Showing posts with label portopolio. Show all posts
Showing posts with label portopolio. Show all posts

Nov 15, 2017

(Room To Read) Bagian ke 5 : Hari Terakhir Workshop di Yogyakarta

Warning : 

Tulisan mengandung unsur model tulisan curhat

Jadi, akan panjang kali lebar banget, Dan aku tidak memberi garansi para pembaca akan mendapatkan pengetahuan khusus menulis pada artikel ini 
Plus maafkan jika bahasanya campur-campur. Semua berdasarkan catatan pribadi belaka

Ini adalah selfie terbaikku. Saat nervous karena mau maju presentasi, aku suka iseng
ini adalah hasil dari iseng tersebut.
Nice right? Hahaha

Hai...

Sebelum aku lanjut pada bagian akhir catatan workshop Room To Read yang terakhir ini. Simak juga cerita sebelumnya di sini : http://www.dianonasis.com/2017/11/room-to-read-bagian-ke-4-hari-ke-3.html.

Oke then...

Kita lanjut cerita hari ke 4 atau terakhir dari Workshop ini ya... 

Ruangan baru untuk presentasi 

Kali ini, pindah ruangan nih. Selain penyegaran, harapan lainnya lebih sejuk kalau terbuka dan signal internet kayaknya lebih friendly di kawasan ini. :) 

Para peserta workshop serius mendengar presentasi dan masukan dari tim 
Nah!,.. Di hari ke 4 ini, sebagaimana sudah aku ceritakan di tulisan sebelumnya, bahwa setiap kelompok diminta untuk menyiapkan semua anggota untuk maju presentasi, menjelaskan draft naskah mana yang kira-kira paling cocok, paling serg atau paling pas untuk ditulis oleh anggotanya. 


Alfredo membuka kegiatan hari ini dengan menjelaskan beberapa hal penting terkait cara atau kriteria untuk memberi komentar pada sessi presentasi ini : 

1. Make sure, is the narrative of BME clear and consistent?
2. Are the characters engaging to each other?
3. Is the story, child friendly? 

Kira-kira itulah point yang perlu dikomentari, selain jika peserta lain ada informasi mengenai naskah peserta yang presentasi. 


Adjuy, salah satu teman satu kelompokku.
Tulisannya tentang Desa Pelangi, sungguh keren...:) 
Ini teman-teman peserta workshop, kembali menikmati hasil karya alumni sebelumnya 

Sebetulnya hal ini tidak masalah buatku. Beneran nggak masalah. Aku biasa menghadapi mahasiswa ratusan saat ngajar dulu. Sampai, saat satu, dua dan tiga teman mulai maju mempresentasikan naskah mereka. Aku mulai sakit perut. 

Kepalaku cenut-cenut mendadak, dan aku kehilangan selera makan. 

Ada apa sih?

Hahaha...

Aku lebay aja. 

Sebetulnya, aku kaget dengan rapi dan menariknya naskah-naskah teman tersebut. Mereka paham bagaimana menempatkan tulisan, illustrasi serta deskripsi naskah. Bahkan ada yang sudah bisa membuat story boardnya.

O OW...

Aku gak paham istilah-istilah yang digunakan dalam picbook. Apa itu zoom out, apa itu angle anu itu dan spread benda apa lagi itu? wkwkwkkw

Aku ngeblank. 

Terus terang, aku sakit perut. Bukan lapar atau haid. Tapi karena stress.

Saat coffee break, aku buru-buru kabur ke kamar sebentar. Lalu menenangkan diri di sana. Pengennya sih sholat dhuha. Tapi lagi haid. Walhasil, aku urus aja dulu anak-anak sebentar, ngobrol dengan suami yang ringan-ringan, dan saat keluar kamar, lirih aku bilang ke Bang Asis... "Bantu doa buat Dian ya Bang?" Anggukannya membuatku agak ringan. 

Kakiku kembali melangkah ke ruangan kegiatan.

Sepanjang perjalanan dari kamar ke ruangan tersebut dekat sekali. Tapi, aku sibuk mengomeli diri sendiri. Kenapa sih jadi stress? Bagian mana yang bikin gak pede sih Dian? Kenapa gak kerja aja maksimal? Toh teman-teman  yang tadi maju udah biasa nulis picbook dan menggambar illustrasi. Bla.. bla... bla...

Yup!

Aku mensugesti diri ini. Dan itu sudah lama tidak kulakukan. Terakhir kalau gak salah, mau lahiran Billa deh, aku kayak orang gila mensugesti diri gini. Wkwkwkkw

Anyway... 

Saat aku maju presentasi pun sebetulnya aman dan damai. Eh? Maksudnya gak ada dikhawatirkan. Masukan-masukan tak banyak lagi, karena kemaren aku udah maju dengan tema folklore tentang Ikan Terbang. Jadi beberapa bagian saja kuperbaiki. Kulihat Alfredo cukup puas dan suka dengan naskah itu. 

Kemudian, apakah semua urusan ini selesai begitu saja?

Jreng...jreng... ! :) 

Yang pasti, kami sempat melakukan ice breaking lagi. Kemudian sempat foto-foto dulu, makan-makan dulu, diskusi dulu dan becanda dulu. Lumayan mengendorkan stress hehehe

Masih bisa becanda lho tim Puspa Swara...:) 

Foto ini kalau tidak salah diambil oleh Afin, tim dari Mizan.
Senang deh gabung di tim Puspa Swara :) 

Foto bareng
Ki-Ka : Aku, Uni Eva Nukman, Adjuy, Heru (duduk), Ida, Yuniar, Astri, Christine, Nur A 

Kemudian, kami kembali ke ruangan, lalu melanjutkan presentasi semua peserta hingga tuntas. Beberapa naskah sudah kelihatan menarik, beberapa menimbulkan pro kontra, dan beberapa aku lupa mereka nulis apa. Hehehe... 

Lalu, acarapun ditutup dengan pembagian sertifikat. Sayang Al lagi sakit perut karena makan siang salah makan kayaknya. Jadi diwakili oleh mbak Rina. 

Yey.. Dapat sertifikat. Mbak Rina yang mungil, atau aku yang gede banget sih? Hiks 


Aku sendiri menyempatkan berfoto dengan beberapa teman yang belum sempat diajak ngobrol atau foto bareng. Kesempatan wefie bareng penulis-penulis keren dan beken. Hahaha

Ini salah satu foto kesukaanku. Ayo tebak, aku foto ama siapa aja ini? :) 

Aku sendiri juga bersiap untuk mengecek hasil packing suami. Yup! kami malam ini harus pulang ke Tangerang Selatan lagi. Anak-anak udah harus sekolah lusa, juga ayah mereka harus ngantor besok lusa. 


Hiks... Aku gak sempat ikutan di foto ini. kadung udah kabur cek out
Buru-buru ke stasiun, khawatir telat :) 

Di saat teman-teman lain foto-foto lanjutan, dan beberapa malah bersiap mengeksplore Yogya, aku dan keluarga dijemput oleh Putu, sahabatku, untuk diantar ke stasiun kereta.

Ah, ternyata stasiun kereta Jogja cakep ya. Ada arena bermain anak-anak 


Bersih dan ada live musicnya.
I love this stasiun 

Ini orang-orang yang mensupportku dengan cara mereka sendiri.
Kadang kalau lagi pusing, lihat kelakuan Billa dan Aam, aku jadi ketawa ngakak.
Sekarangpun geli juga sih, lihat suami tau-tau beli blankon dan make sepanjang malam perjalanan pulang.
wkwkwkwkw 

Aku belanja oleh-olehnya nitip sama Putu nih, Selama workshop, kami benar-benar tidak sempat eksplore Jogja sama sekali.  Anak-anak sih tetap senang karena liburan di hotel yang kawasan halamannya luas dengan fasilitas yang mumpuni. Sementara aku? Nggak sampe di sini saja sih rasa yang tertinggal di hati.

Aku masih deg-degan.

24 peserta workshop, akan dicut atau dikurangi menjadi 20 penulis. 

Saat aku tahu, aku lolos di babak (cieee babaaak) ini, aku bersyukur, tapi sekaligus sakit perut. Karena meskipun tinggal 20 penulis, tapi ada 24 naskah yang digarap. Karena menurut Tim dan Al, ada 24 naskah yang menarik untuk ditulis. 
Walhasil, akan ada babak drama pemotongan naskah, karena setiap workshop Room To Read hanya menyajikan 20 naskah saja. 

Selesai workshop ini, tanggal 14 dan 15 September, kami presentasi lagi kepada tim Provisi, Editor dan Alfredo. Naskahku sendiri mengalami perubahan. Selama workshop, naskah Ikan Terbang ini mengalami 3 kali revisi. Lalu menjelang tanggal 14-15, naskah tersebut berubah, dari Modifiikasi Folklore, menjadi Fabel tentang Ikan terbang. Lalu di tanggal 14 September, hasil presentasi mengarahkan, agar aku merevisi naskah itu dalam sehari, untuk kembali datang lagi tanggal 15 September pagi, dan menjadi naskah Narrative Non Fiction. 

Jangan tanya, bagaimana caraku menghadapi babak demi babak drama revisi ini. Hahaha.... 

Ini adalah salah satu caraku merevisi naskahku yang ke 6 kalinya
Jadi naskah fabelku berubah jadi naskah Non fiksi bernarasi
Kugunakan pola gambar seperti ini dulu. Ada banyak gambar  yang kubuat malam tgl 14 itu
Lalu aku rapikan.
Aku masukkan ke dalam naskah satu persatu.
Baru kuperbaiki bahasanya dan logikanya
Aku sampe riset dan ngeprint sebuah skripsi mahasiswa soal ikan terbang
Juga nongkrongin 2 picbook bertema narasi non fiksi
serta surfing mencari tahu banyak hal. dalam hitungan beberapa jam saja.
Kebayang dah, hanya itungan semalam, mengubah naskah tersebut. Hahaha


Anyway... so far, naskah Ikan Terbang itu, berhasil masuk ke 20 naskah yang akan digambarkan oleh 20 illustrator hasil dari workshop room to read khusus illustrator. Dan kelak, akan ada babak revisi, terkait juga dengan reading test pada anak-anak. Hihihi.... Seru yaaa...:) Aku masih sakit perut lho... Ngebayangin naskah tersebut sudah berganti genre, dan akan didengar oleh anak-anak. Semoga mereka suka. Sehingga naskah itu layak terbit. 

Doakan aku yaaa.... Bantu doa, semoga perjalanan naskah itu berhasil jadi buku, dan disukai seluruh anak-anak yang membacanya. Ini kuniatkan banget nih saat pertama kali nyoba audisi ini pertengahan tahun ini. :) 

Btw...


Pastikan batas waktunya
Jangan lupa riset bahan cerita dengan baik ya. 



Ayo, ikutan yuk... Ini workshop keren namun penuh drama. Siapkan mental. Kosongkan gelas egonya. Karena di mata Room To Read, membuat buku pic book adalah kerja tim. Ini bukan kerja personal si penulis atau illustrator. Ini kerja tim dari penulis, illustrator, editor hingga desainer. Jadi tak bisa bawa gelas ego penuh. Bakalan kaget. hehehe

Semangat ya teman-teman. 

Sekian aja deh ceritaku. Pengen nulis panjang lebar. Tapi, aku harus kembali fokus melanjutkan tulisan yang lain. Di kepala ini sudah ada tulisan tentang Rumah Dunia dan Lapas yang aku kunjungi kembali bersama teman kemarin ini.

Terima kasih sudah tabah baca semua tulisan dari bagian pertama hingga akhir ini ya. 

Good luck! 


Nov 10, 2017

(Room To Read) Bagian ke 4 : Hari Ke 3 Workshop di Yogyakarta

Warning : 

Tulisan mengandung unsur model tulisan curhat

Jadi, akan panjang kali lebar banget, Dan aku tidak memberi garansi para pembaca akan mendapatkan pengetahuan khusus menulis pada artikel ini 
Plus maafkan jika bahasanya campur-campur. Semua berdasarkan catatan pribadi belaka


Gini nih situasi meeting group Puspa Swara.
I love this group... Makasih mbak Nura, sang editor yang sabar :) 

Waaah, udah masuk hari ke 3 workshop ya. Kepalaku sudah tidak sesakit kemarin. Setelah kupikir-pikir, bisa jadi sakit kepalanya bukan karena kegiatan workshop, karena pada dasarnya semua fun dilakukannya. Emang hormonal aja pemicu cenut-cenut cantik di otak ini. Hehehe.

Oh iya, cerita di hari ke 2 Workshop bisa dicek di sini ya :) 

Baiklah... Kita lanjutkan ceritanya ya. InsyaAllah hari ke 3 ini, aku sudah semakin paham cara menuliskan cerita untuk picbook versi room to read ini. Semalam sudah meet up bareng temen-temen, aku pribadi juga udah orat-oret calon naskah. Utak-atik mana kelemahanku, sehingga gak perlu ambil naskah yang aku tak bisa kuasai atau sebaliknya, ambil naskah yang aku minim info, lalu gali serta berpikir out of the box. Ya something like that lah, hehehe

Nov 9, 2017

(Room To Read) Bagian ke 3 : Hari Kedua di Workshop Yogyakarta

Warning : 

Tulisan mengandung unsur model tulisan curhat

Jadi, akan panjang kali lebar banget, Dan aku tidak memberi garansi para pembaca akan mendapatkan pengetahuan khusus menulis pada artikel ini 
Plus maafkan jika bahasanya campur-campur. Semua berdasarkan catatan pribadi belaka


Resume Tentang Materi Workshop Hari Pertama 
Tulisan ini adalah lanjutan dari tulisan di sini: 

Baik.

Hari workshop ke 2, dan, semalam udah sempat meet up dengan team Puspa. Kondisi mulai intens, hehehe. Kepalaku mulai sakit. :) Tapi menikmati sekali setiap momen di workshop ini. (Gimana coba, mulai sakit kepala tapi menikmati setiap momen. Namun, emang ginilah aku. Saat sakit kepala, aku justru suka berpikir yang berat-berat, sekalian sakit maksudnya hahaha. Jadi inget, puluhan tahun lalu, pertama kali kena Migrain, saat tes IQ berjam-jam di sekolah. Sakitnya gak ketulungan, sampe senyumpun aku gak sanggup. Tau-tau hasil IQnya 152. Temen-temen ampe bilang, lah kog, sakit migrain aja skornya segitu? Gimana kalau normal? Wkwkwkw.. Padahal bisa jadi, rasa sakit kepala itu memicu otakku kerja lebih baik kali ya? Wallahualam...hihiih ) 

Ok, lanjut kita ya?

Oct 19, 2017

(Room To Read) Bagian 2 : Hari Pertama Workshop

Warning : 
Tulisan mengandung unsur model tulisan curhat
Jadi, akan panjang kali lebar banget, Dan aku tidak memberi garansi para pembaca akan mendapatkan pengetahuan khusus menulis 
pada artikel ini 
Plus maafkan jika campur tulisannya. Karena berdasarkan catatan pribadi belaka
:D

***

Tulisan ini adalah lanjutan dari tulisan prolog di sini: 


Salah satu lokasi kegiatan Workshop
Baik...

Aku lanjut ya ceritanya.

Sebelumnya, para peserta workshop, termasuk aku, diberi email dari penerbit. Ternyata sistem audisi workshopnya, setelah dinyatakan lolos, lalu dibagi ke penerbit. Nah, alasan pembagiannya kemaren itu harus ada yang penulis sekaligus illustrator, harus ada laki2, ada yang undangan, dan sisanya berdasarkan kedekatan lokasi tempat tinggal dengan penerbit. Kurang lebih gitu deh alasan pembagian group penerbitnya.

Jadi sebelum ketemu, aku sudah mengetahui siapa saja teman yang ada di dalam satu team. Penerbit yang menaungi kami adalah Penerbit Puspaswara, dengan editornya Mbak Nura dan desainernya mas Heru. Hanya nama mbakYu Niar yang aku kenal dalam team. Sisanya say hai di WA Group dan ketemu di hari pertama Workshop.

Eh nggak dink... malam sebelumnya, pas makan malam, aku sempat jumpa Cici Dian K, mbak Ina Inong, Mbak Nura, Dewi illustrator yang kreatif (aku punya buku gambarannya yang bareng teh Ary Nilandari, tentang Barongsay), kami malah sempat ngobrolin perihal proses pic book itu dibuat. 

Jadi, sebagian penulis dan tim editor sudah jumpa saat makan malam. Sebagian lagi, kukenal sambil jalan. Kecuali beberapa yang pernah kutemui beberapa tahun sebelumnya di workshop kepenulisan yang dulu-dulu.

Oct 18, 2017

(Room To Read) Bagian 1 : Menguatkan Mental Ikut Audisi R t R

Warning : 
Tulisan mengandung unsur model tulisan curhat
Jadi, tidak ada garansi akan mendapatkan pengetahuan khusus menulis 
pada artikel ini 
:D

***



Pengumuman audisi dari Provisi untuk Room To Read Worskhop

Where should i began?

Dari mana aku mulai menuliskannya ya? Dari kenangan tahun lalu? Hehehe... Ya... Tahun lalu adalah kali pertama aku melihat pengumuman audisi penulis untuk workshop ini. Tapi, kala itu ada dua hal yang membuatku tak berani ikutan audisi. 

Pertama, aku tidak pede dengan dunia picbook. Selama ini aku kebanyakan nulis cernak dan novel anak saja. Picbook adalah pengalaman baru buatku. Ya beginilah nasib penulis otodidak dengan bakat minim. Perjuangan menulis sebuah naskah dalam satu genre, hanya karena belajar dan belajar. 

Eh, jadi ngelantur. 

Jun 8, 2017

Peluncuran Buku Kumcer Romantis Bareng Teman di Komunitas WSC

Bersiap untuk launching buku


Selama kurang lebih 8 tahun terakhir ini terjun di dunia menulis, aku udah sering ikut terlibat dalam peluncuran bukuku dan teman-teman sesama penulis.

Meski lucunya, sebelum tahun 2009, aku jarang menghadiri kegiatan seperti ini, hanya kurang dari 5 kali, aku menghadiri acara peluncuran buku. Gak menyangka jika aku di masa depannya menjadi bagian kegiatan kepenulisan seperti ini.

Kemarin, tanggal 3 Juni 2017, untuk kesekian kalinya, aku ikut serta dalam peluncuran buku. Kali ini untuk ke tiga kalinya, aku ikut serta dalam kegiatan Woman Script Community yang dimotori oleh Mbak Deka.

Undangan untuk hadir di acara tsb. Dishare via medsos dan wa

Sebetulnya, pertama kali bergabung dengan komunitas ini, sekitar kurang lebih 5 tahun lalu, dan aku baru 3 kali terlibat langsung kegiatannya. Yakni tahun 2014, 2016 dan 2017, dua tahun terakhir dalam pesta buku WSC ke #2 dan kemarin ini Pesta buku yang ke #3.

Dec 26, 2014

Sudah Ngapain Aja Selama Tahun 2014?


Banyak yang tak berhasil kueksekusi di tahun 2014.


Antara lain, niat update jumlah buku yang kubaca di Goodreads gagal. Aku hanya berhasil mencatat di buku saja dan tak ada waktu untuk memindahkannya ke Goodreads. Itupun aku nggak tahu, apakah sampai ditargetku di awal tahun, ingin membaca 35 buku. Perkiraanku sih sampai ya, tapi kebanyakan ya buku anak-anak, pic book, serta beberapa buku dewasa ringan. 


pinjem dari sini 


Aku juga gagal mematuhi niatku untuk tidak mengambil kelas online lagi di tahun 2014. Alasannya, karena tahun 2013 aku sudah ikut banyak sekali kelas online. Logikaku berhitung, harusnya tahun 2014 ini aku gunakan untuk menanam dan panen tulisan. Tapi sialnya, itu tak terwujud. 


pinjem dari sini 

Aku malah jatuh hati pada kelas online gratis, namun juga diaudisi terlebih dahulu oleh owner kelas. Yakni Kelas Penulis Tangguh 3. Gimana gak ngiler, jika beberapa teman yang gabung di sana jadi terpompa semangat menulisnya dan jadi berhasil meloloskan naskah ke beberapa media? Untuk itu, terima kasih yang sangat banyak untuk Hairi Yanti, yang mengenalkanku dengan kelas PT. 


Bermodalkan tekad dan keinginan mengenal mbak Nurhayati  pengasuh Kelas Penulis Tangguh aku mengirimkan naskahku dan mendapatkan tawaran bergabung dari mbak Nur. Senangnya minta ampun. Dan semakin senang, karena meski saat ini masih belum berhasil meloloskan naskah cerpen dewasa ataupun naskah lainnya dari kelas Penulis Tangguh, ke media massa, namun semangat menulisku benar-benar terpompa. 

Sungguh luar biasa kelas itu!

Kegagalan terkait niat "no more" kelas online adalah ketika akhirnya menjelang bulan Desember, aku malah bergabung dengan kelas online menulis WinnerClass yang dimentori oleh Kang Ali Muakhir. Sebetulnya aku sudah tergabung dalam alumni kelas winner. Tapi aku belum pernah diajari langsung oleh Kang Ali. Maka bersama puluhan teman penulis lainnya, aku mengikuti kelas ini. Dan berhasil menulis draft 3 cerpen anak dengan 3 genre. Saat ini masih belum aku eksekusi. Tapi in sha Allah segera. 

Terakhir, aku mengalahkan egoku, bergabung ke kelas Kurcaci Posnya milik mas Bambang Irwanto. Tergabung di kelas Kurcaci #7, aku jadi tahu kelemahanku saat menulis cernak untuk media. Yakni kebiasaan menulis novel masih sering kebawa,  alur yang kurang berliku, kemudian masih kurang rajin mengefektifkan kalimat. Senangnya, ketika di pertemuan online ke 4, aku berhasil mengalahkan semua itu. Tulisan cernakku sudah tidak berbau novel lagi, alurnya lebih berliku dan kalimatnya sudah semakin efektif. Sepertinya latihan dan semangat menulis yang sering bisa membuatku kembali nyaman menulis cerita anak.

Oh iya, dua kelas online terakhir, berbayar. Sehingga kuhitung-hitung, aku harus bisa menulis lebih banyak, agar modal yang kukeluarkan dari kelas berbayar tersebut, bisa kembali dan memberikan untung. amin. 


Aku juga gagal menulis 100 cerita anak di tahun 2014 ini. Sejauh ini aku hanya berhasil menulis 20-30an cerita anak, yang dikirim ke media dan lomba. Sungguh jauh dari target. Itu rasanya menyakitkan namun harus dihadapi. Aku tak mau menuliskan alasannya. Karena kalau kutulis, itu sama saja dengan mencari kambing hitam dari ketidakberhasilanku mewujudkan resolusiku tahun 2014 awal kemaren. 


PInjam dari sini 


Ah bicara kegagalan lain, aku juga tak berhasil menang di lomba menulis Nusantara Bertutur, juga Eye Level 2014. Meski aku juga senang, banyak teman-teman baikku yang justru lolos di lomba tersebut. Dan berdasarkan yang kubaca, dari cara mereka menulis, kelihatan usahaku kurang kuat dan kurang bagus. Jadi kalau sampai gagal, bukan karena tidak bagus, tapi karena kurang maksimal naskah itu kubuat. Harusnya aku lebih serius, lebih fokus, dan lebih mempelajari serta menerima masukan dari teman-teman mengenai cerita anak. 

Satu hal yang membuatku juga malu sekali, yakni gagal mengeksekusi banyak draft novel anak yang ada di file, di mind map serta di otakku. Sungguh, sebagai seorang penulis yang sudah mengazzamkan diri sebagai penulis novel anak, tidak menulis satu naskahpun di tahun 2014 ini adalah hal yang memalukan. Aku malah mengerjakan sebuah kumpulan cerita, yang baru selesai 80 persen. Dan lagi-lagi belum berhasil menyelesaikannya di akhir tahun 2014 ini. #tutupmuka. 

Baiklah...

Tarik napas... Hela napas...

Mengapa jadi merasa gagal ya di tahun 2014? 


Seharusnya ada hal positif yang juga terjadikan? :) 

Bukankah, ada 2 buku antologimu bersama teman-teman lain,  yang terbit tahun ini? 


Bareng PJ Gita Lovusa dan Dian Mardi

Bareng Komunitas Fiksiana dan Penerbit Dar!Mizan
Ah, iya.. harusnya aku bersyukur untuk dua buku ini. Minimal mengingatkan aku pada dua hal. Yakni menginjakan kaki ke bumi agar lebih kuat lagi mengaplikasikan keinginan menulis, serta menaikkan niat serta mimpi setinggi langit, agar bisa menghasilkan banyak karya lagi. 

Aku juga tidak akan lupa bersyukur, atas naskahku yang masuk 10 naskah pilihan lomba cernak Guri, Juara 2 lomba cernak SCBWI Indonesia bahkan lomba foto bareng buku Anisa W di FB dan Twitter, sehingga menerima hadiah voucer, sertifikat dan buku-buku kudapatkan. 

foto kak Billa yang memenangkan 2 lomba foto bareng buku di FB dan Twitter


Tahun ini, aku juga belajar menulis cerita pendek dewasa. Sesuatu yang tak pernah berani kulakukan di tahun-tahun lalu. Aku keluar dari zona nyamanku. Aku berhasil lolos di audisi kumcer milik Dydie Dyah, dan proyek itu masih berjalan. Juga memberanikan diri mengirim naskah cerpen dewasa ke majalah F, meski belum lolos, serta terlibat dalam proyek milik mbak Deka, yakni kumcer dewasa bersama komunitas WSC. 

Aku bahkan tak mengira, dipercaya untuk ikut menjadi juri lomba Flash Fiction bareng WSC (dalam rangka mengembalikan semangat menulis pasca pilpres...:D ), kemudian menjadi PJ kumcer Paberland, dalam rangka menyambut 20.000 anggota komunitas PBA, serta diminta menjadi PJ kumcer dewasa bersama mbak Deka dan Carra (dua orang yang mumpuni di dunia menulis cerpen dewasa). Meski sempat gugup, karena ini berada di luar zona nyamanku, tapikuusahakan untuk menuntaskan tanggung jawab tersebut hingga selesai. 

Terkait dengan PJ Kumcer Paberland, hikmah yang paling kudapat adalah bisa kenalan banyak illustrator anak, kemudian mengenal lebih dalam lagi terhadap PJ-PJ lainnya 
* Dadah-dadah pada Kang Iwok, Mas Baim, Kak Sinyo Egi, Oma Tuti, Nelfi dan Dydie. 

Serta mendapat kejutan "nggak indah pake banget" terkait "pertemanan" yang sempat kuposting sedikit curcolnya di blogku yang satu lagi. Berjudul Jangan Kegeeran! :D 

Aih sudahlah...lupakan hal yang paling gak enak itu. 

Aku ingin mengingat kebahagian-kebahagian kecil yang kudapat di tahun 2014 saja!


Seperti cernakku lolos lagi di majalah bobo no 18 tahun 2014. Sungguh menjadi pelipur lara ketika mengira tak kuat lagi mengatur waktu menulis, sebagai ibu rumah tangga, dengan 2 anak super aktif.
Kemudian, tulisanku dan tulisan Billa ada yang muncul di www.serusetiapsaat.com. Yakni sebuah pic book bertema ramadan. Sementara tulisan kak Billa berupa picbook karyanya sendiri juga mejeng di website khusus e-book gratisan tersebut. Tema tulisan kami berdua juga berhasil menang kuis di website tersebut. Kuis melanjutkan kisah si Bintik.  Saat ini, aku dan Billa menanti kehadiran pic book karya kami tersebut.  Apalagi akan diilustrasi sendiri oleh Mbak Ratna. 

Aku juga sempat berbagi pengalaman di group WSC tentang bedah novel The Cousins. 

doain ya... aku dapat lampu hijau untuk lanjutannya. 

Diberikan juga kepercayaan oleh group Be A Writer, untuk berbagi pengalaman menulis di depok dan juga oleh group WSC berbagi pengalaman menulis di FX Senayan. 


Bareng Bawers

sharing @ fx senayan

Dan di antara segenap kegagalan yang kurasakan dan kebaikan yang kudapatkan di tahun 2014, ada hal-hal yang membuatku semakin belajar memperbaiki diri termasuk mental pribadi serta niat menulisku. 


Aku juga bisa bertemu beberapa teman baru,  yang selama ini hanya kukenal lewat dunia maya, serta memiliki mentor-mentor yang humble, mengajak ke kebaikan serta meluruskan niatku menulis. 

Bareng Cici Tanti dan Mbak Deka yang berkunjung ke rumah kontrakan. 

ketemu penulis dari Bawers

Jumpa mbak Anna lagi, kali ini dengan semangat menulisnya!

meet Pedas Community Founder. Mbak Icha

Teman di Fb :) 


Allah Maha Baik. Alhamdulillah. 


Berikutnya, saat ini aku menyicil dan berusaha menunaikan beberapa resolusiku di tahun 2015. Semoga Allah berkahi, beri kesehatan yang maksimal, kebaikan utk anak-anakku serta kemudahan menjalankan semuanya. 

Aku, melalui fanpageku DIAN ONASIS  sudah mengaudisi beberapa teman untuk bergabung di kelas PERMEN, yakni kelas online tentang program menulis novel anak. Di kelas ini, aku dan 4 orang teman yang kupilih, akan bersama-sama belajar dari pengalamanku menulis novel anak, serta sama-sama memberikan semangat satu sama lain, agar mampu menyelesaikan 1 novel anak dalam waktu 8 minggu. In sha Allah, Permen #1 mulai dilaksanakan tanggal 5 Januari 2015 nanti.

Aku juga berusaha menuntaskan, beberapa proyek yang sudah kukerjakan di akhir tahun ini, yakni proyek pribadiku, kemudian proyek bareng temen-temen di Alumni Bingiers (group rahasia di  FB), serta proyek bersama mentorku dan teman di komunitas. 

Terakhir, yang ingin betul-betul bisa kuperbaiki di tahun 2015 ini adalah kemampuanku mengatur waktu. Sebagai hamba Allah (ini masih jauh dari maksimal, tapi mudah-mudahan tahun 2015 dapat terwujud keinginanku). Sebagai istri dan ibu dari keluarga kecilku, yang sungguh setahun ini lumayan menyita waktuku dalam hal beradaptasi (urusan rumah kontrakan, rumah direnovasi, kesehatan anak-anak, adaptasi dengan perubahan jadwal kerja suami dan semuanya berefek pada produktifitas menulisku yang menurun). 

Well, Goodbye 2014
Welcome 2015. 

Oh iya.. tahun baru akan kumulai dengan kacamata plusku yang nambah :( Jadi  plus 1 1/4 sekarang. Padahal di usia yang kurang lebih sama, mamaku dulu hanya plus 1/2.
Oh God! Satu kenikmatan sudah berkurang, berikut usiaku. Hiks...

Astagrfirullah.... 









Apr 30, 2013

Pencapaianku di Dunia Menulis

Tiga dari beberapa  novel genre anak yang kubuat

     



Mencapai satu prestasi, bukanlah perkara sulit. Yang sulit justru konsisten untuk terus berprestasi dan selalu menulis dalam kondisi apapun. Aku mulai menulis sejak tahun 2008. Buku “Persembahan Cinta” adalah buku pertama yang aku menjadi kontributornya.

Hingga hari ini, aku masih terus menulis. Berikut hasi karyaku selama ini, baik dibidang kepenulisan buku fiksi dan non fiksi, maupun di dunia blogging.

Kategori Dewasa : 

1. Persembahan Cinta (Penerbit Jendela : 2008) - Kontributor
2. Long Distance Love (LPPH : 2009) - Kontributor
3. Lovely Ramadan (Indie Publishing : 2010) - Kontributor 
4. Duhai Muslimah Bersyukurlah (Penerbit Jendela : 2010) - Kontributor
5. Setan 911 (Leutika : 2010) - Kontributor
6. Hapuslah Airmatamu (CFI : 2010) - Kontributor
7. Serendipity Lovely Lebaran (Indie Publishing : 2011) - Kontributor
8. La Tahzan Lovely Lebaran (Indie Publishing : 2011) - Kontributor
9. Flash Fiction : Dear Love (Hasfa Publisher : 2011) - Kontributor
10. Flash Fiction : Persembahan Kupu-Kupu (Uma Haju : 2011) - Kontributor
11. Flash Fiction : Partner In Crime (Arias Publisher & Pena Lectura : 2011) - Penyusun. 
12. Essay : Wanita Era Digital (Hasfa Publisher : 2011) - Kontributor
13. Chicken Soup for Writerpreneurs' Soul (Indie Publishing : 2011) - Kontributor
14. Jangan Lukai Ibumu! (Qultummedia : 2011) - Kontributor
15. Ibuku..., Segalanya Bagiku (Leutika : 2011) - Kontributor
16. Mother Bukan Monster #1 (Glitzy : 2011) - Kontributor
17. Scary Moment #1 (Indie Publishing : 2011) - Kontributor
18. Killer, Nyentrik Tapi Asyik : 1001 Pengalaman Dengan Para Dosen (Grafindo : 2011) - Kontributor
19. Dalam Kasih Ibu (Glitzy : 2011) - Kontributor
20. Baby Traveler (Dela Sarfa & Indie Publishing : 2011) - Kontributor
21. Dan Akupun Berjilbab (Tinta Medina : 2011) - Penyusun
22. A Sweet For A Candy Teen (Elex Media : 2012) - Kontributor
23. Diary Bunda, Ketika Buah Hati Sakit (Indie Publishing : 2012) - Kontributor
24. Mengapa Harus Valentine? (Indie Publishing : 2012) - Kontributor
25. One Day In The Library (LeutikaPrio : 2012) - Kontributor
26. E-Book Anugrah di Bulan Kelahiran (Mozaik Publishing : 2012) - Kontributor
27. Love Journey, Ada Cinta di Setiap Perjalanan (Mozaik Publishing : 2012) -Kontributor
28. Facelift (Gritzy : 2013) – Kontributor
29. Kumpulan Mahakarya FF Ninelights ( Indie  : 2014 ) - Kontributor
30. Love Journey #2 (de Teens : 2014 ) - Kontributor
31. How To Make a Baby, Mommy ( Kaifa : 2014)  - Kontributor
32. Berdamai Dengan Ayah (WSC Club : 2016) - Penyusun
33. Kumcer Romantis. (WSC Club : 2017) - Kontributor


Kategori Anak : 

1. FN Odie dan Rahasia Ransel Biru. (Tiga Ananda : 2011) - Penulis
2. Kumcer Detektif Anak : Misteri Kunci Berbau Wangi (Pustaka Ola : 2011) - Kontributor
3. Kumcerpen Anak Misteri : Rahasia Rumah Reyot (Talikata : 2011) - Kontributor
4. Kumcer Anak : Dear Love for Kids (Hasfa Publisher : 2011) - Kontributor
5. FN Odie dan Pencuri dari Negeri Layn (Tiga Ananda : 2012) - Penulis 
6. Story Explorer : Fakhri Violinist (Tiga Ananda : 2012) - Co-Writer
7. Gomawoyo, Chef! (Dar!Mizan : 2012) - Penulis
8. The Cousins : Flama Elementa (Penerbit Pelangi Indonesia : 2013) – Penulis
9. Novel Sirenetta (Menyelamatkan Putri Bella) (Bentang Belia : 2013) - Penulis
10. E-Book Sleeping Beauty (Melawan Mantra Tidur) (Bentang Belia : 2014) - Penulis
11. Hantu Siul (Mizan : 2014) - Kontributor
12. Jejak Kaki Misterius ( Indiva  : 2016 ) - Kontributor
13. Kisah Nabi Musa dan Harun (Syamiil : 2016 ) – Penulis
14. 20 Cerita Detektif (Diambil dari Majalah Bobo) (Kiddo : 2016) - Penulis
15. Kumcer Bulan Dimakan Grana  (Bitread : 2017) - Penyusun


Tulisan di Majalah Bobo :

1. Sayap Peri Elly  (2011)
2. Kertas Surat Warna-Warni  (2014)
3. Balon-Balon Istimewa (2015)
4. Rahasia Kate (2016)
5. Womi, Bowie dan Tuan Pembentuk Awan (2016)
6. Celana Yang Tertukar (2016)

Tulisan Sebagai Blogger :

1.       Beberapa kali, masuk 5 Besar, lomba Flash Fiction versi blog Multiply dan notes Facebook (2009 - 2013)
2.       Juara Pertama lomba Blog Tema Jalan-Jalan 1st GALinaSasmita : http://www.dianonasis.com/2015/07/liburan-seru-dengan-kereta-api-memburu.html (2015)
3.       Salah satu peserta  yang terpilih : GA Sejuta Kasih Ibu : http://www.dianonasis.com/2015/12/maafkan-bundamu-yang-pemarah-ini-ya-nak.html (2015)
4.       Salah satu pemenang Unggulan 2 Lomba Menulis : 1001 Kisah Masjid. http://www.dianonasis.com/2016/06/angpau-bagi-imam-masjid.html#gpluscomments (2016)
5.       Juara Pertama Lomba Blog terkait Foto Ruangan : http://www.dianonasis.com/2016/06/pojok-rumah-yang-menyembuhkan-jiwa.html (2016)


Prestasi Lainnya :

Kontributor lepas untuk artikel edisi Ramadan di Jabartoday.com (2012) dan essay di Majalah Pena (2011-2010) milik Komunitas Mahasiswa Indoneisa di Arab Saudi.  Juga, sesekali, masih menulis untuk Jurnal Simbur Cahaya (Jurnal Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya) (1998 - 2014)  

Juara harapan dalam Lomba cerita anak bertema misteri Majalah Bobo (2009) 

Masuk 10 Besar, cerita terbaik bertema IBU, versi Penerbit Qultummedia (2010) 

Ikut serta dalam Workshop First Novel. Kerjasama Tiga Serangkai dengan Komunitas Penulis Bacaan Anak. Naskahnya masuk dalam kategori yang layak diterbitkan. Lahirlah serial Odie. (2010)

Ikut serta dalam Workshop Novel Anak Kelas Ajaib (2011)

Juara II Lomba Cernak SCBWI (2014)

Ikut serta dalam Ngopi Bareng Penerbit Elex Kerjasama dengan Komunitas PBA (2017)

Ikut serta dalam Workshop Room To Read - Provisi Education Phase II Cycle 2  (2017)

Tim Tutor Kelas Menulis Deka Amalia Writing Centre (2017 - sekarang)

Kembali ikut serta dalam Workshop Room To Read - Provisi Education Phase II Cycle 3 (2018)

Founder sekaligus Mentor Kelas Online Program Menulis Novel anak (PERMEN) (2015 – sekarang)



Patah Hati Berbuah Domain Diri

Berdiri di samping banner buku " Dan Akupun Berjilbab" yang aku susun.
Isi buku ini berasal dari lomba "Jilbab Pertama"
yang aku gusung di Multiply tahun 2010, terbit 2011 akhir dan best seller di tahun 2012.


Aku sudah lama mengenal blog. Sekitar awal tahun 2004. Sebelumnya cukup rajin menuliskan kisah dan curhatan hati di blog milik (alm) Friendster.

Belajar ngeblog dengan lebih rutin justru di Blogspot, dan kemudian makin intens di Multipy, yang sebentar lagi akan "membunuh diri".

Aku benar-benar patah hati, ketika tahu Multiply tak akan lama bisa dinikmati. Nyaris pertengahan bulan Ramadan tahun 2012, aku menghentikan tulisanku di sana. Sibuk menyimpan file-file dan akhirnya migrasi ke Blogspot lamaku, dan menjajal areal baru di Wordpress.


Tapi aku kehilangan gairah ngeblog.
read more