Jul 30, 2015

Liburan Seru Dengan Kereta Api Memburu




Liburan apakah yang seru bersama anak-anak tahun ini, ya?

Pertanyaan ini muncul, saat putriku mulai liburan. Aku tahu, tidak mungkin liburan jauh-jauh, karena Ayah mereka sulit mengajukan cuti. Si Ayah sedang beradaptasi menjadi orang kantoran.

Ternyata, Allah Maha Baik Hati. 

Ayah anak-anak mendapat off selama 2 hari. Mendengar kabar itu, aku segera menyusun proposal kecil, tentang liburan ke tempat yang dekat dan tidak mahal. Sesuai jadwal si Ayah dan budget relatif terjangkau.

Kuhitung perkiraan biaya, lokasi hotel yang representatif dan yang utama, memilih akomodasi yang tepat, yakni Kereta Api. Ya! Kupikir, kereta Api akan membuat seru perjalanan kali ini. Meskipun tujuannya hanya kota Bandung, tapi jika dengan kereta api, sepertinya bisa menjadi pengalaman seru bagi anak-anak. 

Ini mind map yang kugunakan sebagai persiapan sebelum berangkat
Karena membawa anak-anak kecil,
aku tidak mau panik jika ketinggalan hal penting bagi mereka
iya kan? 



Singkat cerita, proposalku disetujui. Kususun mind map, untuk memastikan semuanya lengkap. Kugunakan fasilitas online untuk membeli e-tiket dan voucer hotel di Bandung. Semuanya dilakukan dengan cepat, karena aku tak mau Ayahnya anak-anak, berubah pikiran... hehehe.

Tiket kereta yang kubeli online
lalu dicetak di stasiun Gambir, dengan mesin khusus.
Sungguh praktis!
Akhirnya... Hari keberangkatan tiba!

Billa dan Aam, kumandikan sebelum tidur, dan kukenakan pakaian pergi. Ini untuk mempersingkat waktu.  Mereka tinggal kugendong ke dalam taksi. Soalnya kami akan pergi menuju stasiun Gambir lepas subuh. Tak cukup waktu membangunkan mereka untuk mandi. Sarapan sudah disiapkan dalam tas (susu uht dan roti). Mereka  tidur selama perjalanan menuju Gambir. Saat terbangun, kami sudah berada di ruang tunggu. Tak terkira ekspresi gembira mereka. 

Ayahnya anak-anak menjelaskan tentang kereta api
Billa dan Aam asyik menyanyikan lagu Naik Kereta Api  
"Bunda, ini kereta api mau ke mana? Yang itu ke mana Bunda? Waaah, nanti kita akan pakai itu ke Bandung?"

Pertanyaan memberondong keluar dari mulut mungil Billa. Matanya berbinar-binar. Itu yang aku mau. Rasa senang yang muncul pada anak-anak. Antusiasme mengenal hal yang seru. Bahkan Aam ikut merasakan kegembiraan kakaknya. Ia ikut bernyanyi lagu Naik Kereta Api bersama kakaknya.

Mereka tak pernah bisa diam. Selama perjalanan, ada saja kejadian-kejadian lucu. Sungguh, aku merasa bahagia, karena rencanaku membuat Billa merasakan perjalanan seru dengan kereta api terlihat berhasil.

Dan inilah yang terjadi selama perjalanan
Berebut bantal :) 

"KDRT" antar sodara pun terjadi.. hahaha
Billa dan Aam tentu merasakan capek bermain dan bertengkar selama perjalanan. Akhirnya, ayunan serta goyangan kereta api, membuai mereka. Tak lama, suara mereka mulai menghilang. Mereka tertidur, setelah sibuk berkomentar tentang banyak hal yang dilihat sepanjang perjalanan.

Enaknya naik kereta, ya kalau capek bisa tidur.
Goyangan kereta, membuat Billa merasa seperti dalam ayunan.. 
Untuk ukuran pengalaman pertama mereka, perjalanan ini tidak membosankan. Kupilih jalur ke Bandung, karena relatif tidak terlalu lama perjalanannya, namun tetap memberi sensasi baru bagi mereka. Mengingat selama ini kami sering bertraveling ke Bandung tapi dengan kendaraan pribadi atau pesawat.

Pemandangan Alamnya juga cukup menarik lhooo
Menjelang siang hari, kereta  tiba di Stasiun Bandung dengan selamat. Hanya terlambat kurang dari setengah jam. Bersyukur, aku dijemput oleh sahabat suami, Kak Yudi yang tinggal di Bandung. Kami segera cek in ke hotel  yang dekat mal (ini agar tidak sulit mencari makan) dan mulai berkunjung ke spot wisata terdekat.

Hai!
Ini keluarga Sirkus dari Pamulang hahaha
Eh ini Onasis' family sudah sampai di Stasiun Bandung 

Dalam hitungan 24 jam, kami menikmati dua tempat wisata yang mengesankan bagi anak-anak. Yakni mengenal angklung sebagai alat tradisional Sunda. Kemudian,  esok harinya ke kebun binatang.

Billa terlihat tertarik memperhatikan musik angklung. Apalagi saat  para pengunjung dilibatkan belajar angklung.

Billa juga tak berhenti berkata, "Kak Billa senang banget bisa kasih makan burung kakak tua, Bunda. Terima kasih sudah membawa Kakak ke kebun binatang," setelah kubawa  ke kebun binatang yang tak jauh dari penginapan.

Saat berada di kereta arah pulang ke Jakarta,  Billa berusaha tidak tidur. Ia ingin melihat kembali pemandangan sepanjang perjalanan. Rasa rasa ingin tahunya bertambah, saat ia bisa melihat kepala kereta api melalui jendela, ketika rel kereta membelok.

"Wow... ini keren, Bunda!" serunya...

Ini pemandangan saat pulang ke Jakarta
Billa terlihat antusias melihat posisi kepala gerbong yang berada
di depan kereta, bisa terlihat, saat rel membelok
Tak lama, ia pun menggerakkan spidol, menggambar kereta api dan isinya.

"Nanti di sekolah, Kakak akan ceritakan tentang Kereta Api kepada Miss Ani dan Miss Rona (dua orang wali kelasnya). Makasih sudah ajak Kakak naik kereta ya, Bund!" 

Aaah, kalimat itu membuat lunas semua usahaku. Liburan memang tak harus jauh, tak harus mahal, dan tak harus berlama-lama. Yang penting, tujuan utama memberi pengalaman seru berlibur buat Billa, tercapai.

Seperti biasa, Billa kalau mendapat pengalaman seru, akan segera menggambar
Ia langsung menggambar kereta api di buku yang dibelinya saat di Bandung
Kami tiba di rumah saat malam hari. Kupikir  pengaruh pengalaman seru ini sampai di sini saja. Hanya untuk Billa.  Ternyata, aku keliru. Karena keesokan harinya, Aam yang saat itu belum banyak bicara, menunjukkan hasil karyanya padaku.

Aku terharu.

Aam ternyata menikmati liburan kemarin. Ia menunjukkannya dalam bentuk kepingan puzzle dan alpabet yang dimilikinya. Ia membuat reka sebuah kereta api dengan kebulan asap alpabet.

Ah... Nikmat Allah mana lagi yang tidak kusyukuri?

Alhamdulillah...

Ini adalah hasil karya Aam
Ia memiliki cara sendiri dalam mengingat liburan seru dengan kereta api nya
Susunan puzzlenya dibentuk seperti kereta
dengan alpabet sebagai asapnya...:) 

Aiiiih, aku jadi ketagihan membuat rencara liburan seru bagi Billa dan Aam. Berikutnya, jika ada rejeki liburan, aku ingin ke provinsi Kepulauan Riau. Aku terpikir mengajak mereka ke Pulau Batam.

Alasannya, karena aku pernah sekali ke sana, namun tak sempat mengeksplore kota akibat keterbatasan waktu. Kabarnya kota itu adalah kota ke 3 terbanyak didatangi turis di Indonesia (setelah Denpasar dan Jakara). Info tentang Pulau Batam, membuatku ingin mengenal Batam. Kota industri yang menarik!

Belum lagi, kabarnya dari Batam menuju Johor yang memiliki lokasi wisata Hello Kitty dan Legoland, dapat ditempuh kurang dari 1 jam perjalanan kapal. Wiiiih, anak-anak pasti akan senang, jika liburan ke sana menggunakan kapal laut. Sebagai anak mantan pelaut, mereka perlu mengenal transportasi bernama Kapal toh?

*smile ear to ear...


***

Tulisan ini diikutsertakan pada #1stGALinaSasmita. 





Patah Hati Berbuah Domain Diri

Berdiri di samping banner buku " Dan Akupun Berjilbab" yang aku susun.
Isi buku ini berasal dari lomba "Jilbab Pertama"
yang aku gusung di Multiply tahun 2010, terbit 2011 akhir dan best seller di tahun 2012.


Aku sudah lama mengenal blog. Sekitar awal tahun 2004. Sebelumnya cukup rajin menuliskan kisah dan curhatan hati di blog milik (alm) Friendster.

Belajar ngeblog dengan lebih rutin justru di Blogspot, dan kemudian makin intens di Multipy, yang sebentar lagi akan "membunuh diri".

Aku benar-benar patah hati, ketika tahu Multiply tak akan lama bisa dinikmati. Nyaris pertengahan bulan Ramadan tahun 2012, aku menghentikan tulisanku di sana. Sibuk menyimpan file-file dan akhirnya migrasi ke Blogspot lamaku, dan menjajal areal baru di Wordpress.


Tapi aku kehilangan gairah ngeblog.
read more