May 5, 2016

Tips Ala Dian Onasis Saat Belanja Buku di Big Bad Wolf Books Bazaar

Yup ! Aku ke sini lagi, yang ke 4 x nya hehehe


Ini bisa jadi lanjutan cerita dari sebelumnya, di sini. 
Tapi, bisa juga dibaca tanpa membaca tulisan sebelum ini.
Hanya sayang, kalau nggak baca juga tulisan sebelum ini.

Aaaaah...

Ini apaan sih? Hahaha..


Sebetulnya pengantar di atas untuk menutup rasa geli dan maluku karena ketahuan bolak-balik ke Big Bad Wolf Bazaar selama 4 x selama mereka ada di ICE BSD Tangerang Selatan. 

Tapi, ini kulakukan, bukan sekedar memenuhi rasa atau napsuku mencium aroma buku yang menggunung, mengagumi buku-buku dengan ilustrasi keren-keren atau sekedar ternganga melihat harga-harga buku yang sudah miring sekali itu (namun kadang masih susah juga bikin uang di dompet pribadiku keluar) hehehe

Sebetulnya, aku niat, datang ke sana, untuk beberapa alasan. Antara lain, beliin buku untuk sodara, kemudian me time banget, terus mencoba mempelajari kondisi yang ada. Sekedar untuk membuat catatan di blog ini, kemudian dishare...dan berharap tahun depan, jika bazaar gede ini berlangsung lagi, aku sudah tau tips dan trik belanjanya. 

Baiklah... 

Kucoba tuliskan beberapa hal yang mungkin menarik untuk dibaca sebelum belanja buku.

1. Perhatikan Waktu Kedatangan.

Aku sudah 4 kali ke sana. 
Hari Pertama (Jumat) , pukul 21.15 malam
Hari ke dua (Sabtu) , pukul 19.30 malam
Hari ke empat (Senin), pukul 11.00 siang
Hari ke delapan (Jumát),pukul 6.00 pagi hari

dan terbukti semuanya dalam kondisi nyaman. Ada sedikit lama antri di kasir tapi tak sampai 15 menitan saja.

Beberapa laporan pandangan mata, dari teman-teman yang hadir di sana saat hari libur adalah sangat ramai pada pukul 13.00 siang hingga 21.00 malam. Sementara jika tidak libur, kondisinya relatif lebih bersahabat di jelang pembukaan dan di malam hari di atas pukul 20.00. 

Artinya, jika membawa anak-anak kecil, pastikan memilih jadwal yang diperkirakan sepi.

Adapun yang menjadi ukuranku adalah, jika malam di atas pukul 20.00 kemungkinan kendaraan umum seperti kereta atau angkot sudah sulit. Juga anak-anak sebagian mungkin sudah diajak tidur oleh orang tua mereka. Sehingga peminat yang ke sana adalah pengguna kendaraan pribadi, dan cenderung tidak terlalu rama. Namun ini berlaku hari biasa. 
Jika hari libur, karena bazaar ini 24 jam saat libur, pilihan waktu yang aman adalah lepas tengah malam, jam 2 malam hingga jelang jam 8 pagi. Selebihnya kabarnya antrinya yang lumayan susah.

Dua Hall sekarang dibuka. Nyaman saat memilih kayaknya ya


Kalau pilih-pilih bukunya sih nyaman ya. Karena sekarang dua hall yang dibuka, Hall 9 dan 10. Namun antrian kasirnya yang mantap. hehehe

2. Fokuskan pada buku yang diincar serta Budget yang dipegang.

150 ribu dapat 15 buku-buku ini


Untuk itu, aku sarankan, dari rumah sudah tahu buku apa yang akan dicari. Sehingga tidak lagi melirik-lirik buku lain yang kira2 menggoda dompet. Aku mencoba untuk buku anak-anak bahasa Indonesia. Dengan budget 150 ribu dan fokus, aku mendapatkan 7 kumcer/novel dan 8 picbook yang bagus karya beberapa teman penulis yang juga temanku.

Budget harus kuat dipegang, jika tidak mau bobol dompet. Cash adalah jawaban yang paling tepat. Sehingga meskipun banyak buku yang diambil selama melihat bazaar, namun dekat kasir, kita sudah bisa duduk manis di salah satu pojokan, dan mulai menghitung dana serta memilah buku yang akan dibawa pulang. Mental rela melepaskan beberapa buku, harus dikeluarkan dengan semangat juang ...hahaha

Tapi, jika ini dilakukan, dijamin, kita akan mendapatkan buku2 pilihan kita dengan bugdet yang pas dan tak sakit hati karena jebol CC atau Debit Cardnya. 

3. Pastikan Harga Buku Dengan Kondisi Buku

Saat pertama dan kedua kali datang ke bazaar, kondisi memilih bukunya nyaman banget. Buku-buku semua ada di tempatnya. Aku senang memilihnya. Sayangnya semakin ke sini, semakin kalap para pengunjung, mental tak mau mengembalikan buku ke tempatnya pun 80 persen dilakukan mereka. Walhasil kunjungan ke 3 dan 4, aku sudah kurang nyaman dengan memilih buku di sana. 

Namun, uniknya juga, saat seperti itu, terkadang menemukan buku-buku yang memang dicari secara mendadak. Seperti menemukan harta karun juga. (aku menemukan beberapa buku enid blyton berceceran di beberapa meja. hehehe). 

Nah, karenanya, agar tidak kalap sehingga menderita saat membayar buku, pastikan memang harga bukunya murah banget. Misalnya dengan mengecek harga asli, lalu gunakan kalkulator atau mencongak itungan di kepala, memastikan harganya dalam rupiah. Baru dibandingkan dengan harga jualnya. Sebelumnya, jika buku sudah terbuka atau bisa dibaca, perhatikan dulu isi buku. Apakah memang pantas harga tersebut diberikan atau gimana? 

Sikap ini membantu kita untuk lebih tenang saat memilih buku dan tidak terlalu kalap. 

Aku sendiri menggunakan cara demikian, kemudian memasukkannya ke trolley. Namun saat dekat kasir, aku pilah lagi. Kutanyakan hati kecilku...butuh atau pengen dengan buku tsb? Jika hanya muncul perasaan pengen saja... ya kukembalikan ke meja. Jika tidak baru kuteruskan langkahku ke kasir. 

4. Cermat Dalam Membayar

Ini pengumuman cara pembayarannya 


Bazaar kali ini disponsori oleh Bank Mandiri. Jadi penggunaan CC ataupun Debit Mandiri dijamin diterima. Bahkan bisa menggunakan point fiestanya. 
Dan perhatikan pengumuman di dekat kasir. Jika memang tak bisa menggunakan kartu BCA, ya jangan ditanyakan lagi. Nanti kesannya gak bisa baca, tapi beli bukunya banyak...hihih
Kartu Kredit BCA sih masih bisa. pokoke ada lambang Visa dan Mastercard, berarti bisa. Yang ditolak Debit BCA saja. Karena tidak bekerjasama dengan kegiatan tsb. 

5. Manfaatkan Gadget Untuk Keuntungan Tambahan

Siapa tau abis belanja, dapat vocer hadiah buat belanja buku lagi. hehehe

Beberapa teman yang punya online seller, sudah pasti memanfaatkan banget gadget selama di bazaar. Jepret foto buku sana sini. Upload, lalu cek siapa aja yang mau titip dan ambil uang jasa 10 hingga 15 ribu satu buku. Kan asyik tuh, hunting buku sekalian nolong temen yang ngiler pengen, tapi gak bisa datang. 

Juga ada kuis atau lomba foto yang bisa dimanfaatkan. Hadiahnya lumayan dan bisa dipake lagi donk ke bazaar buku ini jika menang. Jadi, siap-siap bikin foto selfiemu sekreatif mungkin yaaa... Siapa tau, datang mo beli buku, malah dapat vocer belanja buku gratis.
Ini aku lagi..
Tapi foto ini mau kasih lihat kontainer yang sudah dibongkar
Di belakangku tinggal beberapa puluh saja.


Eh iya, jangan lupa ambil beberapa foto, untuk upload di blog. Dengan harapan, bisa membagi pengalaman kepada teman, serta jadi moment menyenangkan dalam hidup para book hunter, seperti saya misalnya. Hehehe


Patah Hati Berbuah Domain Diri

Berdiri di samping banner buku " Dan Akupun Berjilbab" yang aku susun.
Isi buku ini berasal dari lomba "Jilbab Pertama"
yang aku gusung di Multiply tahun 2010, terbit 2011 akhir dan best seller di tahun 2012.


Aku sudah lama mengenal blog. Sekitar awal tahun 2004. Sebelumnya cukup rajin menuliskan kisah dan curhatan hati di blog milik (alm) Friendster.

Belajar ngeblog dengan lebih rutin justru di Blogspot, dan kemudian makin intens di Multipy, yang sebentar lagi akan "membunuh diri".

Aku benar-benar patah hati, ketika tahu Multiply tak akan lama bisa dinikmati. Nyaris pertengahan bulan Ramadan tahun 2012, aku menghentikan tulisanku di sana. Sibuk menyimpan file-file dan akhirnya migrasi ke Blogspot lamaku, dan menjajal areal baru di Wordpress.


Tapi aku kehilangan gairah ngeblog.
read more