Apr 20, 2016

[Temanku Penulis] Tanti Amelia, Perempuan Multi Bakat.

Pengantar

Postingan dengan tag "Temanku Penulis” ini kubuat, bukan karena ikut-ikutan arisan link atau yang sedang ramai di dunia blog. Tapi murni, gara-gara, untuk ke 6 kalinya aku berjumpa dengan perempuan penuh bakat dan rendah hati. Saat kami foto narsis berdua, otakku langsung memberi signal… ”Äku harus menuliskan sesuatu tentang Tanti Amelia di blog. She is so nice and humble.” 

Lalu, kupikir-pikir, menarik juga jika di blog ini, kutuliskan tentang teman-teman penulis yang pernah berjumpa langsung denganku. Menceritakan tentang si teman dan pertemanannya denganku. Jadi… in sha Allah, postingan dengan tag ini akan berisi para penulis yang sudah lebih dari 2 kali bertemu langsung denganku. Bukan sekedar kenal di dunia maya belaka.

Saat dikunjungi Cici di rumahku beberapa minggu lalu


Baiklah… saat waktuku cukup luang, (yup!… ini hanya pembenaran untuk kondisiku saat ini, karena sulit duduk manis depan computer dan ngeblog.. hehehe) segera ku-wa si Cici, dan kutanyakan 5 pertanyaan iseng. Tapi sebelum kubagi hasil wawancara singkatnya, ijinkan aku cerita tentang Tanti Amelia, ya….

Aku mengenal Cici Tanti, demikian aku biasa memanggil perempuan yang penuh semangat ini, sekitar 4 atau 5 tahun lalu. Bagi para pengamat dunia blogger, keberadaan Cici Tanti 2 tahun belakangan ini pasti cepat terdeteksi. Gimana tidak?, blog kerennya Neng Tanti's Notes  selalu update. Belum lagi undangan dari beragam perusahaan padanya, terkait profesinya sebagai blogger, bak hujan di bulan April. Hehehe. Belum lagi posisinya sebagai salah satu admin komunitas penulis blog emak-emak di facebook.


ini kehormatan buatku. Dua perempuan aktif di dunia komunitas
mengunjungiku, saat aku masih ngontrak rumah di Gelatik

Tapi, bukan karena dunia blog, aku mengenal perempuan humoris ini. Kami pernah tergabung di satu komunitas penulis cerita anak. Aku sih sudah lama bergabung, tapi keberadaan Cici Tanti yang belakangan hadir, menarik perhatian. Kelincahannya berkomentar, dan sok kenal sok dekatnya terhadap banyak penulis. Itu mencuri perhatianku banget.

Pertemanan kami semakin intens, saat kami berdua berkumpul dalam satu group belajar menulis online, dibimbing mentor Ary Nilandari.

Kalau dihitung-hitung, aku tergabung dalam beberapa group menulis bareng cici ini. Mulai dari beberapa kelas online, sejumlah komunitas menulis, hingga admin website Rumah Jamur

Yang berjilbab pink itu putriku
ini saat aku bertemu Gita, Cici Tanti dan mbak Gina serta Anne
membahas komunitas PBA ranting Tangsel

Dari interaksi dunia maya itu, aku semakin ingin bertemu dengan perempuan yg punya 4 pasukan ini. Dan Allah mengijinkan kami berjumpa dalam 6 kali kesempatan. 3 di antaranya adalah kunjungannya ke rumahku. Ah.. ah… bagaimana hatiku tidak berkembang senang. Dikunjungi perempuan ciamik satu ini.

Quick meeting. hahaha
di Aeon mall, demi sebuah kalender dari KEB

Berikut, hasil wawancara singkatku dengan Cici, melalui whatsapp.

Cici inget nggak kapan kita mulai jadi teman di fb?
Waktu pertama kali masuk komunitas PBA dan berusaha menulis resensi buku
Ada tanggalnya kalo ngga salah aku catat, di buku atau di blog,  nanti ya diingat catatannya

Terus, masih inget nggak, kapan atau dimana pertama kali kita jumpa langsung face to face?
Waktu aku datang ke rumah dikau naik ojek sama Dio. Waktu itu mau jemput anak anak di rumah eyang

Apa benar cici mualaf dan punya darah chinese?
Iya bener  banget :))

Mana profesi yg ingin dipertahankan...? Harus pilih 1 dan mengapa....? Apakah Blogger.. writer... wall painter atau illustrator?
Sepertinya karena passion sejak kecil, profesi illustrator yang lebih menyenangkan
Blogger dan writer adalah mimpi
Wall painter.... ngga memungkinkan lagi untuk diteruskan dengan alasan kesehatan

Hal yg paling menyenangkan dan tdk menyenangkan selama kenal diriku apa?
Wah, tidak ada yang tidak menyenangkan. Semua menyenangkan! Gimana dong...  :) :)
Di benakku saja, sejak semula sudah mengagumi para penulis PBA ini
Terutama Ary Nilandary yang genius dan tegas, Dian Kristiani yang smart dan kocak,
Dyah Prameswari yang menjadi guru menulis selama ini, Dian Onasis yang humble dan menyebalkan karena ....
Tidak mau meneruskan The Cousins!!!!

Dan aku tersenyum kecut membaca jawabanya yang terakhir. Lalu mengingat berkas lanjutan The Cousins yang belum kutulis juga. Hiks…

Oh iya, beberapa waktu lalu, aku mendapat kabar, jika Cici Tanti sudah rilis satu buah buku menggambar untuk orang dewasa. 


Ini teaser calon coloring book karya cici Tanti

Ini semakin mengukuhkan kemampuannya yang serba bisa tersebut. Tidak saja ngeblog, tapi juga menggambar. Beberapa illustrasinya bertebaran di cernak online Rumah Jamur dan website SeruSetiapSaat. Belum lagi Cici juga punya pengalamanan menjadi wall painter. Sungguh, bakatnya yang banyak itu bikin aku cemburu.

Pamulang. 20 April 2016






Patah Hati Berbuah Domain Diri

Berdiri di samping banner buku " Dan Akupun Berjilbab" yang aku susun.
Isi buku ini berasal dari lomba "Jilbab Pertama"
yang aku gusung di Multiply tahun 2010, terbit 2011 akhir dan best seller di tahun 2012.


Aku sudah lama mengenal blog. Sekitar awal tahun 2004. Sebelumnya cukup rajin menuliskan kisah dan curhatan hati di blog milik (alm) Friendster.

Belajar ngeblog dengan lebih rutin justru di Blogspot, dan kemudian makin intens di Multipy, yang sebentar lagi akan "membunuh diri".

Aku benar-benar patah hati, ketika tahu Multiply tak akan lama bisa dinikmati. Nyaris pertengahan bulan Ramadan tahun 2012, aku menghentikan tulisanku di sana. Sibuk menyimpan file-file dan akhirnya migrasi ke Blogspot lamaku, dan menjajal areal baru di Wordpress.


Tapi aku kehilangan gairah ngeblog.
read more