Apr 20, 2016

Tom Yam Dalam Kelapa ?

Tom Yam Kelapa
Saung Ibu
Siap Disantap


Sebelum mencoba makanan bernama  tom yam, aku terbiasa makan pindang dan makanan berkuah sejenis asam pedas. Aku juga sesekali masak lo di rumah, tapi belum pernah nyicip apalagi memasak jenis masakan khas Thailand ini.  Jadi, saat aku belum pernah nyoba tom yam, tahu-tahu diperkenalkan dengan tom yam dalam kelapa, tentu saja aku jadi bingung. 


Tom yam dalam kelapa? Makannya bagaimana? Seperti apa rupanya? Lalu, pertanyaan demi pertanyaan itu semakin memupuk rasa ingin tahuku. 


"Sepertinya, menikmati tom yam yg ada dalam kelapa akan menjadi pengalaman yang unik nih..." pikirku. 


Aku kemudian mencoba menggunakan fasilitas go food dari go jek. Kuorder tom yam Saung Ibu, yang berlokasi di Jalan Sulawesi Raya, Ciputat, Tangerang Selatan. 


aplikasi go food in ngebantu banget

Maka, cukup dengan menyiapkan uang sejumlah 33 ribu untuk harga tom yam istimewa dan 10 ribu fee bagi driver go food, maka tomyam spesial yg kuorder tiba di rumah 15 menit kemudian.


Isi tom yam spesial ini terdiri atas seafood plus bakso plus jamur. 


penampakan tom yam saat baru dibuka dari bungkusannya


Penampakannya unik.
Rasanya asyik.

Dan pemesanan juga gak pelik. 


Terus terang, Ini kali pertama kulihat sendiri tom yam dalam kelapa.
Rasanya sungguh segar. Pedasnya mantap karena ada rawit merah dipotong2 dan dalam bungkus terpisah. Serta rasa asam yg ternetralisir sedikit oleh kelapa. Apalagi ketahanan makanan ini cukup lama loo... Bisa sekitar 10 jam masih enak diicip-icip.

Waktu kuterima, kondisi tom yam juga masih hangat. Wiih... mana aku lagi rada flu. Mantap banget deh obat segar badannya. 

Jika tertarik mencobanya, bisa cek di app go food. Klik aja tom yam kelapa Saung Ibu.
Lalu pilih menu dan ikuti tahapan pengorderan. Udah deh... 15 hingga 20 menit tom yam kelapa yg hangat tiba di rumah.


Kemudahan seperti ini, ditambah masakan yang tetap hangat saat diantar di tempat, bakalan membuat ibu-ibu pemalas masak sepertiku merasa diberi kenikmatan tiada tara. Alhamdulillah...



Patah Hati Berbuah Domain Diri

Berdiri di samping banner buku " Dan Akupun Berjilbab" yang aku susun.
Isi buku ini berasal dari lomba "Jilbab Pertama"
yang aku gusung di Multiply tahun 2010, terbit 2011 akhir dan best seller di tahun 2012.


Aku sudah lama mengenal blog. Sekitar awal tahun 2004. Sebelumnya cukup rajin menuliskan kisah dan curhatan hati di blog milik (alm) Friendster.

Belajar ngeblog dengan lebih rutin justru di Blogspot, dan kemudian makin intens di Multipy, yang sebentar lagi akan "membunuh diri".

Aku benar-benar patah hati, ketika tahu Multiply tak akan lama bisa dinikmati. Nyaris pertengahan bulan Ramadan tahun 2012, aku menghentikan tulisanku di sana. Sibuk menyimpan file-file dan akhirnya migrasi ke Blogspot lamaku, dan menjajal areal baru di Wordpress.


Tapi aku kehilangan gairah ngeblog.
read more