Dec 29, 2014

Menantang Diri Sendiri di 2015

pinjem dari pinterest.com


Yup!

Ada beberapa hal  di luar zona nyaman, yang aku niatkan akan kulakukan di tahun 2015. Sebagai orang yang menyukai di lingkungan itu-itu saja, melakukan hal-hal berikut rasanya lumayan menantang, dan sedikit bunuh diri.

Mengapa?

Karena ...

1. Aku ibu rumah tangga dengan dua anak yang super aktif. Keduanya membutuhkan perhatian ekstra, karena sulit konsentrasi dan fokus. Bahkan dokter anak langganan mereka memberikan obat khusus terkait enzim (agar makanan menyerap dengan baik) serta bisa konsentrasi.

2. Aku juga penulis cerita anak yang memiliki beberapa niat dan proyek pribadi, yang seharusnya bisa kulakukan di tahun 2015 ini

3. Rumah sedang direnovasi. Saat ini aku tinggal di rumah kontrakan yang penuh dengan box dan berantakan karena mainan anak-anak. Sementara kemungkinan Januari rumah asliku akan selesai, itu artinya di awal tahun 2015, aku akan disibukkan dengan proses pindahan rumah, yang dijamin tidak mudah. Hiks...

Tapi...

Tidak boleh mencari alasan. Jika ingin merasakan "hidup lebih hidup", harus berani menantang diri sendiri. *smile ear to ear...

Berikut beberapa tantangan yang akan kulakukan di tahun 2015. Ini bukan resolusi, karena semuanya sudah dalam tahap akan dilakukan. Ini tantangan ...:D

1. Memulai proyek PERMEN #1. 

Sedikit curhatan tentang kelas PERMEN ini kushare di sini. Termasuk dengan sedikit mengaktifkan fanpage dan blog-blogku, sedikit demi sedikit.
Saat ini, proyek ini kurencanakan buka 5 kelas. Semuanya gratis. Namun yang baru kuumumkan, baru 3 kelas. In sha Allah, semoga dimudahkan oleh Allah urusan ini. Amin.

2. Berlangganan majalah F (majalah dewasa). 

Hahaha... Aku jadi ngakak sendiri. Karena selama ini belajar menulis cerpen dewasa, tapi tak pernah baca cerpen dewasa. Jadi gak aneh kalau selama ini tulisan cerpen dewasaku "garing" dan butuh bimbingan. Mbak Nurhayati, mentorku di Penulis Tangguh, mendorongku untuk banyak membaca cerpen dewasa. Tak ada cara lain, kecuali langganan Majalah F tersebut, dan juga meminta setiap bulan, 4 cerpen di Tabloit N ke tanteku yang langganan. Kebetulan tanteku tinggal satu komplek denganku, dan ikhlas memberikan halaman cerpen tabloit N itu padaku. :)
Lumayan mahal berlangganan setahun, tapi banyak kemudahan dan hadiah yang diberikan jika langganan setahun. Jadi kucoba dulu selama setahun ini. Kita lihat apakah sepadan rupiah yang kukeluarkan dengan hasil menulisku nanti. Bismillah...

3. Mengikuti audisi naskah islami. 

Bertahun di dunia menulis. Tepatnya lebih dari 4 tahun di dunia menulis cerita anak, aku selalu maju mundur menulis kisah-kisah islami dan terinspirasi pada Alquran dan Hadis. Bukan tak mau, tapi karena takut. Iya aku takut, karena ilmuku sangat cetek urusan ini. Ada kekhawatiran aku akan salah menuliskan kisah-kisah ini. Tapi setelah berpikir masak-masak, melihat penulis lain yang pengetahuan agamanya minim, tapi berani nulis hal-hal berbau agama islam, juga dukungan dan sharing dari teman-teman keren yang mumpuni ilmunya di bidang karya ini, aku nekad ikutan audisi di sebuah group tertutup. Dan barusan pagi ini, aku membaca namaku ada di list 20 penulis yang akan mengerjakan proyek naskah islami di bulan Januari 2015 ini. Bismillah, semoga ini menjadi langkah awalku menulis kisah islami di dunia anak. Aku punya mimpi besar di dunia ini. Semoga dimudahkan ya Allah...

4. Bergabung di group tertutup. 

Nah, ini tidak sembarangan group. Ada group khusus proyek menulis cerpen dewasa (aku terlibat di 2 group). Dan ini cukup membantu menaikkan semangatku belajar menulis cerpen dewasa. Meski tertatih-tatih, tapi aku harus belajar dan yakin bisa jika mau.

Juga melanjutkan 2-3 proyek di group tertutup. Berharap bisa menjadi bibit yang kutanam di tahun 2015, sehingga bisa panen di akhir tahun atau di tahun 2016.

Kemudian, ada group Penimbun Buku yang memiliki program Reading Challange... nah ini yang kubutuhkan. Meskipun aku sering membaca, tapi sering juga aku terlena dengan menulis dan tertimbun buku-buku itu oleh kesibukanku sebagai ibu dan istri. Kali ini, meskipun harus mengurangi jatah tidur atau makan (lebay...:D) aku akan berusaha ikutan dalam tantangan tersebut.Aku harus bisa membaca 4 buku dalam satu bulan. Ini berdasarkan clue atau petunjuk tantangan di group tersebut. Sepertinya cukup menarik untuk diikuti.

Tantangan Januari 2015 :
Buku yang memiliki 500 halaman lebih, Buku romantis, Buku yang difilmkan, dan Buku terbit tahun 2014. 

5. Mencoba belajar dan merapikan Blog.

Meskipun ini bukan target utama. Tapi beberapa hari terakhir ini aku telah memikirkan untuk belajar lagi tentang blog. Ada tiga blog yang kumiliki yakni blog yang sekarang dengan domain name sendiri, (www.dianonasis.com), kemudian sebuah blog yang isinya seputar kehidupanku sehari-sehari sebagai istri dan ibu, yakni http://www.oenidian.blogspot.com serta sebuah blog yang mungkin akan lebih kuseriusin lagi belajarnya. Yakni http://www.dianonasis.wordpress.com yang aku fokuskan pada dunia cerita anak. Mungkin akan kutambahkan bagian review buku-buku anak yang kubaca atau yang aku bacakan untuk anak-anakku. Hal ini yang muncul di pikiranku. Mungkin akan kucoba mengutak-atik blognya.



Sementara, untuk diri sendiri terkait hubunganku dengan Allah Sang Maha Kasih dan Pemegang Nyawaku, aku punya tantangan sendiri. Biarlah diri ini yang tahu. Karena kalau kutuliskan, lebih banyak rasa malu yang muncul. Sungguh, aku ingin bisa menyenangkan hati Allah, meski aku tahu Allah tidak butuh diriku. Akulah yang butuh Allah. Sangat!

So...

Let's challange ourselves in the year 2015. :)
pinjem dari pinterest.com


Patah Hati Berbuah Domain Diri

Berdiri di samping banner buku " Dan Akupun Berjilbab" yang aku susun.
Isi buku ini berasal dari lomba "Jilbab Pertama"
yang aku gusung di Multiply tahun 2010, terbit 2011 akhir dan best seller di tahun 2012.


Aku sudah lama mengenal blog. Sekitar awal tahun 2004. Sebelumnya cukup rajin menuliskan kisah dan curhatan hati di blog milik (alm) Friendster.

Belajar ngeblog dengan lebih rutin justru di Blogspot, dan kemudian makin intens di Multipy, yang sebentar lagi akan "membunuh diri".

Aku benar-benar patah hati, ketika tahu Multiply tak akan lama bisa dinikmati. Nyaris pertengahan bulan Ramadan tahun 2012, aku menghentikan tulisanku di sana. Sibuk menyimpan file-file dan akhirnya migrasi ke Blogspot lamaku, dan menjajal areal baru di Wordpress.


Tapi aku kehilangan gairah ngeblog.
read more