Sep 3, 2013

Day #9 : Kali ini, Sang Ibu Rumah Tangga Melirik Brunei Darusalam Sebagai Tuan Rumah KTT 2013

peta negara brunei


          Lirikan saya sebagai ibu rumah tangga yang ditantang ngeblog soal ASEAN, kali ini mengarah pada negara mungil namun kaya raya. Ya, negara Brunei Darusalam dengan pola pemerintahan Monarchi Absolut dan hanya memiliki luas 5.765 km2[i], menarik perhatian saya, karena menjadi tuan rumah untuk KTT-ASEAN pada April 2013 lalu.

          Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN diselenggarakan setiap tahun, oleh seluruh anggotanya. Konferensi ini merupakan pertemuan puncak antara pemimpin-pemimpin negara anggota, dalam hubungannya terhadap perkembangan ekonomi dan budaya antar negara-negara anggota. Sejak dibentuknya ASEAN, hingga hari ini, telah berlangsung 14 kali KTT resmi, 4 KTT tidak resmi dan 1 KTT luar biasa (membahas masalah gempa dan tsunami).[ii]

KTT ASEAN 2013

          Kali ini, KTT-ASEAN di Brunei Darusalam, menggusung tema “Menyatukan Rakyat Menciptakan Masa Depan”. Adapun pokok perundingan pembangunan badan persatuan ASEAN, adalah melalui tiga pilar, yakni Persatuan Keamanan, Persatuan Ekonomi dan Persatuan Sosial dan Kebudayaan. Pembangunan Badan Persatuan ASEAN itu harus rampung sebelum 31 Desember 2015.

          Pertanyaannya dalam tantangan ngeblog kali ini, adalah cara apakah yang dapat dilakukan untuk mencapai tujuan pembangunan Badan Persatuan ASEAN melalui tiga pilar tesebut?  Lalu, melalui cara itu, mampukah negara-negara ASEAN mewujudkan  (tema) Menyatukan Rakyat, Menciptakan Masa Depan?

tema KTT 2013

          Meski pertanyaannya, cenderung sangat abstrak dan tak terlalu menyentuh kondisi negara Brunei sama sekali, tak seperti tantangan tulisan-tulisan sebelumnya yang menyentuh kondisi negara anggota ASEAN lainnya, namun, layaknya sebuah tantangan, tetap harus dijawab.

          Untuk itu, saya akan coba menyederhanakannya dengan langsung mencari tahu,   makna dari tiga pilar (Persatuan Keamanan, Persatuan Ekonomi dan Persatuan Sosial dan Kebudayaan), serta  Badan Persatuan ASEAN. Baru kemudian, mencoba menganalisanya terkait tujuan pembentukan ASEAN dalam mewujudkan (tema) Menyatukan Rakyat, Menciptakan Masa Depan.

          Secara bahasa, kata Persatuan bermakna gabungan (ikatan, kumpulan) beberapa bagian yang sudah bersatu, atau berserikat.[iii] Dalam konteks ASEAN, ini berarti gabungan negara-negara ASEAN. Selanjutnya untuk tiga bidang yang difokuskan adalah, pertama, keamanan bermakna keadaan aman dan tentram. Kemudian, ekonomi bermakna tata kehidupan perekonomian negara, dan Sosial Kebudayaan bermakna berkenaan dengan masyarakat/kepentingan umum serta membicarakan tentang hasil kegiatan dan penciptaan akal budi manusia seperti kepercayaan, kesenian dan adat istiadat.

          Dengan demikian, berdasarkan pemaknaan tiga pilar tersebut, cara yang dapat dilakukan untuk mewujudkan Badan Persatuan ASEAN adalah dengan kembali mewujudkan niat awal kerjasama antar negara ASEAN di tiga bidang tersebut. Ini berarti :

-        Terkait gabungan negara ASEAN untuk bidang yang bertujuan menciptaan keadaan aman dan tentram. Maka satu hal yang, harus diperhatikan oleh seluruh anggota, adalah mempertahankan Asia Tenggara sebagai Kawasan Bebas Senjata Nuklir dan Senjata Pemusnah Massal lainnya. Rakyat Asia Tenggara pasti merasa aman, jika tak satupun negara anggota ASEAN memiliki pusat senjata nuklir atau pemusnah massal. Dengan merasa aman/nyaman, maka perwujudan Badan Persatuan ASEAN bisa terjadi.



-        Bidang berikutnya adalah ekonomi yang bermakna menata kehidupan perekonomian negara. Adapun cara yang mungkin mendukung terwujudnya Badan Persatuan ASEAN di bidang ini adalah melanjutkan kerjasama di segenap sektor perindustrian, perdagangan termasuk pementukan Kawasan Perdagang Bebas di ASEAN (AFTA). Mendukung Pasar Bebas ASEAN di tahun 2015 secara maksimal, dengan mempersiapkan instrumen hukum ekonomi, serta mempersiapkan mental masyarakat negara masing-masing (termasuk mengadakan lomba blog tentang ASEAN ini, karena membuat banyak peserta lomba yang makin faham tentang AFTA serta hal-hal terkait di dalamnya).

-        Sedangkan bidang sosial kebudayaan berkenaan dengan masyarakat/kepentingan umum, serta membicarakan tentang hasil kegiatan dan penciptaan akal budi manusia seperti kepercayaan, kesenian dan adat istiadat, tentu saja berarti menciptakan kerjasama gabungan negara ASEAN di bidang pengentasan kemiskinan (dengan memberikan solusi atau saran terkait pembukaan lapangan kerja baru), peningkatan taraf pendidikan satu negara anggota (dengan melakukan studi banding antar negara, menyelenggarakan beasiswa dari ASEAN bagi warga yang tak mampu), penanggulangan narkoba (dengan bekerjasama antar segenap pihak, mulai dari kepolisian, hingga bea cukai di airport), kerjasama pariwisata dengan membebaskan visa bagi seluruh anggota ASEAN, dan masih banyak lagi, termasuk berusaha mengurangi sengketa terkait kesenian dan adat istiadat antar negara.

Apabila, ketiga pilar tersebut diwujudkan secara maksimal, dalam arti, seluruh anggota ASEAN membuka lebar-lebar tangan persahabatan untuk bekerjasama, maka tak ada kata tak mungkin, untuk mewujudkan niat Menyatukan Rakyat, Menciptakan Masa Depan.

Contohnya, jika seluruh negara anggota merasa aman karena wilayah mereka bebas dari senjata nuklir, sama-sama mendukung pembentukan kawasan pasar bebas tanpa adanya konflik kepentingan, serta berusaha menekan sengketa terkait kesenian dan adat istiadat, sekaligus upaya-upaya lain guna meningkatkan taraf pendidikan, maka gambaran masa depan yang cerah sudah tampak di depan mata.

Jadi, sebagai ibu rumah tangga, saya tentu akan merasa aman karena kawasan tempat tinggal saya masuk dalam kawasan ASEAN yang bebas nuklir. Lalu munculnya kawsan pasar bebas di wilayah tempat saya tinggal kelak tak menimbulkan konflik kepentingan, karena saya serta seluruh masyarakat telah mendapat edukasi yang baik terkait masalah ini. Dan pada akhirnya saya dan keluarga, akan turut menikmati setiap hasil kerjasama di segenap bidang sosial budaya, misalnya bisa saja anak saya kelak mendapat fasilitas beasiswa dari negara tetangga atau turut serta dalam mempromosikan negara sendiri.

Ini berarti, persatuan negara anggota di dalam tiga bidang tersebut, dapat terwujud (tentunya dengan memperhatikan karakter masing-masing negara) sehingga menciptakan masa depan yang gemilang bagi seluruh anggota ASEAN.

Patah Hati Berbuah Domain Diri

Berdiri di samping banner buku " Dan Akupun Berjilbab" yang aku susun.
Isi buku ini berasal dari lomba "Jilbab Pertama"
yang aku gusung di Multiply tahun 2010, terbit 2011 akhir dan best seller di tahun 2012.


Aku sudah lama mengenal blog. Sekitar awal tahun 2004. Sebelumnya cukup rajin menuliskan kisah dan curhatan hati di blog milik (alm) Friendster.

Belajar ngeblog dengan lebih rutin justru di Blogspot, dan kemudian makin intens di Multipy, yang sebentar lagi akan "membunuh diri".

Aku benar-benar patah hati, ketika tahu Multiply tak akan lama bisa dinikmati. Nyaris pertengahan bulan Ramadan tahun 2012, aku menghentikan tulisanku di sana. Sibuk menyimpan file-file dan akhirnya migrasi ke Blogspot lamaku, dan menjajal areal baru di Wordpress.


Tapi aku kehilangan gairah ngeblog.
read more