May 1, 2016

Kalap di Bad Wolf Books Bazaar





Malam setelah pembukaan. Aku dan keluarga sudah melimpir ke sini
45 Menit Yang Seru.

Informasi tentang Bazaar ini sebetulnya sudah sebulan yang lalu kuterima. Ada yang tag aku di path atau di whatsapp group dibagikan.

Aku tentu saja mupeng berat. Karena diskonnya gede banget. 60 sampe 80 persen. Tapi terus terang... aku ngeblank banget tentang Bad Wolf Books Bazaar ini, sampe detik aku datang di hari Jumát malam.

Yup!...

Jumát Malam aku datang bersama suami dan anak-anak. Kurang lebih 45 menit sebelum ditutupnya kegiatan itu.
Aku malah baru tahu, hari ini, jika hari Jumat itu adalah khusus pembukaan dan undangan saja. Manalah kuambil peduli. Kalau sudah yang namanya bazaar buku, apalagi buku-buku impor yang didiskon segede itu, aku mah main masuk aja. hihihi...

Satpamnya aja sampe bengong, lihat ada pengunjung datang jam segitu. Sementara pengunjung lain udah siap-siap pulang. Thanks to Naila, sepupu jauhku yang posting kegilaannya belanja buku di bazaar ini di pathnya. Aku sampe ngiler kelas berat. Hingga ngotot pergi ke ICE BSD.



Aku sekeluarga bahkan belum pernah masuk ke ICE sebelumnya. Tapi demi buku.. Apa sih yang nggak aku dan suami lakukan. Kami memang bukan kutu buku. Tapi kami penggemar buku serta sedikit punya sifat penimbun buku. hahaha..

Anak-anak belum ngantuk dan semakin melek lihat bazaar ini

Maka di sanalah kami jam 21.15 malam. Setelah insiden gak dapat tiket nonton Civil War di Teko (aku terpaksa booking untuk Sabtu malam, dan ini menguntungkanku, karena jadi alasan kembali ke bazaar ini) serta kejadian muntah-muntah Aam saat ia tantrum di depan Kafe Betawi Teras Kota, maka aku membawa kendaraan menuju ICE. Suami juga baru mendingan dari demam selama 5 harinya. Hehehe.. aku beneran nekad jeeeh... :)

Ketika masuk ke dalam pintu 10, ternyata sudah hampir tutup. Tapi kami segera pergi tanpa malu ke pintu masuk yang berada di sebelah kiri pintu Hall 10.

"Woooow!!" Serentak Billa dan Aam ternganga melihat gunung-gunung kecil tumpukan buku di hall besar tersebut.

Putriku Billa masih terbengong-bengong dan Aam dengan gesit memasukkan sejumlah buku kesukaannya yang ada di bagian jalur tengah.

Aku bingung mau mulai dari mana. Walhasil kami hanya mengambil  yang terlihat. Billa pun manyun, sampe akhirnya kami menemukan genre Art and Craft di sisi kanan pintu masuk. Di sanalah dia terlihat senang melihat-lihat buku.

Selama kurang lebih 45 menit, saat tak lama kemudian terdengar pengumuman akan ditutup bazaar, aku sudah menemukan Box Set novel anak karya Jacquline Wilson. Kulihat di bagian harga aslinya senilai hampir 68 pondsterling (silahkan kalikan dengan kurs sekarang, kisaran 19.800 rupiah per pondsterling), sementara dijual di Bazaar tersebut dengan harga 480 ribu rupiah "saja". Juga box set novel Hunger Games, dibesut dengan harga "hanya"150 ribu untuk 3 buku tebal yang kulihat harga aslinya sekitar 24 pondsterling (sekitar 450ribuan rupiah).

box set ini sungguh "murah"
:)

Hahaha.. asli aku kalap banget. Aam ikutan kalap, sebagian besar buku yang dibeli kesukaannya. Peppa pig, angry bird dan sponge bob. Semuanya ada di kisaran harga 60 ribu, sementara harga aslinya dibesut 7 atau 8 pondsterling (140 - 160 ribu rupiah).

Hanya Ayah dan Billa yang terlihat bingung. Mungkin kurang sigap karena hanya punya waktu 45 menit saja. Hehehe...Walhasil keduanya hanya baa 1 atau 2 buku saja.

Anyway... jam 10 malam, kami pulang. Aku senang bukan kepalang karena berhasil melihat langsung pameran buku terbesar yang pernah ada itu. Aku juga berdoa kuat-kuat, agar bisa ke sana lagi. Terus terang, aku kasihan dengan Billa yang belum menemukan buku yang sesuai kebutuhan dan keinginannya, juga ayahnya yang hanya mengambil 2 buku saja. Sepertinya kami harus kembali...:)

Nekad, Datang Lagi

Aku bisa bilang nekad, karena sebetulnya aku nggak tahu, gimana kondisi jalan dan bazaar hari ke dua ini. Karena kali ini, resmi sudah untuk semua orang, tidak seperti kemarin yang sebetulnya untuk vip atau undangan saja.

Maka, karena niat nonton film  dan ke bazaar, sudah kuat, maka kusupiri seluruh keluarga (suami udah sehat, tapi aku ngotot nyetir, biar bisa ke ICE BSD dengan cepat hehehe) menuju lokasi bazar.

Sekitar jam 7.30 malam, mobilku masuk ke parkiran E arah hall 10. Wiiih..udah rame juga nih. hatiku deg-degan. Khawatir terlalu ramai hingga tak nyaman untuk anak-anak.  Segera kami masuk  lewat pintu sebelah kiri dari pintu dekat parkiran kami. Alhamdulillah, ramai, tapi tidak seramai seperti kondisi IBF yang bikin deg-degan kalau bawa anak kecil.

Maka, kali ini, aku fokus pada kebutuhan Billa. kami hunting buku craft dan prakarya untuk anak-anak. Juga beberapa buku kreatifitas serta kegiatan terkait belajar dengan fun untuk Aam. Singkatnya yang terkait alpabet dan angka.

Aam malah berinisiatif memasukkan dirinya ke dalam keranjang, minta kutarik. Selama di keranjang dia membaca sebuah buku tentang alpabet. Sip.. lumayan membantuku untuk leluasa melihat-lihat buku anak atau genre children yang ada di bagian belakang dekat kasir. Jumlah mejanya puluhan untuk genre anak-anak ini. Boleh dibilang Bad Wolf Books Bazaar ini surganya buku anak-anak. Aku menahan diri membeli buku ini. Kupastikan manfaatnya besar untuk anak-anak. Karena gimanapun juga, uangku terbatas. :)

Aam dalam keranjang.
Hati Bundanya jadi senang
Hehehe

Ayahnya anak-anak juga bisa sedikit lebih santai memilih buku-buku bertema sejarah dan biografi kesukaannya. Sementara aku, cukup puas membeli box set Enid Blyton yang belum pernah kubaca sama sekali, serta serial Six cousins karya Enid Blyton dalam bentuk 3 seri dijild satu hard cover. Buku itu juga belum pernah kubaca, karena selama ini aku hanya membaca yang terjemahan. Kali ini, sepertinya aku harus memaksakan diriku membaca buku berbahasa Inggris dengan lebih rutin lagi. Harga untuk ke dua buku tersebut sekitar 350 ribu, dari seharusnya nyaris 1,2 jutaan. Yup! untuk bazaar kali ini, mataku hanya memperhatikan box set saja. Karena memang terasa sangat murah.

Kali ini, kekalapanku dan keluarga lebih terarah. Gak asal ambil buku. Terus terang, pembelian kami yang pertama kemarin, ternyata menurutku boros 2 buah buku. Dua buku yang tak penting itu masuk ke dalam keranjang, dan aku berdoa semoga buku craft dan buku tentang logo itu, bermanfaat kelak di kemudian hari. #Eeeaaa.. :)
Kedatangan ke 2 kalinya, kami lebih santai dan terarah 


Akhirnya, 1,5 jam kami hunting dan menelusuri semua meja berisi gunung buku tersebut. Sedikit belum puas, karena masih banyak yang kami lewati saja, bahkan di kawasan buku bahasa Indonesia yang diikuti oleh Mizan (saja), aku hanya mengambil satu buku yang dibandrol seharga 20 ribu.

Kali ini, suamiku membayar 1.5 kali lipat dari kemarin, tapi dengan jumlah buku 2 x lipat lebih banyak. Diskonnya luar biasa memang. Aku bandingkan sendiri, buku craft yang kubeli untuk Billa beberapa bulan lalu di Gramedia seharga 300 ribu, di bazaar dibandrol seharga 105 ribu. Wiiih.. beneran deh tuh harganya...

Belanja sekeranjang Buku
Bonus anak dalam keranjang.
hahaha

Jam 9 kurang sedikit, kami keluar hall dan menuju teraskota untuk nonton Civil War. Puas deh lihat wajah Billa yang menemukan beberapa buku prakaryanya, juga beberapa buku cerita anak yang menarik untuk Aam dan Billa. Kali ini, ayahnya anak-anak yang kalap. Nyaris hampir 10 referensi bertema sejarah dan biografi diangkutnya. Rata-rata kisaran harga buku itu di level 80 ribu hingga 200 ribu saja. Kalau lihat harga asli buku tersebut, huaaaaa... gak kebayang bisa kebeli deh...


Tips Versiku Belanja di Bad Wolf Books Bazaar

1. Jangan tiru aku ya... main masuk aja. Pastikan sudah mencari info tentang apa dan bagaimana kondisi Bad Wolf Books Bazaar. 

Beberapa blog (seperti blog milik jakarta book club ini) sudah menuliskan info tentang kondisinya di Bazaar. Termasuk blogku sekarang. hehehe. Harapannya, jadi bisa ngeh, apa aja yang kira-kira dijual, serta gimana cara pergi ke ICE BSD?. Buat yang demen naik kereta, stasiun paling deket itu adalah Rawa Buntu. Kabarnya di sana ada shuttle bus ke ICE BSD. Atau naik ojek paling 20 ribu rupiah saja. Kalau yang pake kendaraan sendiri, selama bisa menemukan Aeon Mal, maka posisinya tak jauh dari ICE BSD.

2. Saat sampai di depan pintu masuk, cek dulu denah bazaar.

Ini memudahkan kita untuk mengira-ngira kemana  akan melangkah. Karena tumpukan buku disusun berdasarkan genre saja. Dan petugasnya juga gak semuanya ngeh dengan judul-judul atau pengarang buku yang mungkin kita incar. Jadi gak terlalu bisa diharapkan bantuan mereka terkait judul buku,  mending telusuri via genre lalu cek nama belakang penulisnya. Dari teman yang sudah ke sana, dikatakan bahwa penempatan buku juga berdasarkan nama belakang penulis.


Kak Billa bergaya di depan denah bazaar

3. Pastikan memilih jadwal di waktu yang tak terlalu padat pengunjung. 


Aku pribadi dua kali datang di jam yang sepertinya emang sepi. Pertama jam 9.15 malam. Dan kedua jam 7.30 malam hingga jam 9.00 malam. Kondisinya sangat nyaman dan aman, karena aku membawa dua orang anak aktif yang ternyata bisa sedikit kalem juga selama di bazaar buku. Sepertinya buku membius mereka hingga menjadi lebih tenang. Hahaha
Jika kita salah memilih waktu, atau katakanlah sudah siap untuk ke sana di waktu  yang ramai, seperti setelah zuhur hingga magrib, maka siap-siap untuk antri dan penuh. Temanku mengunggah foto di pathnya, jam 4 sore hari ini, tentang kondisi antri masuk dan antri bayar di bazaar tersebut. Luar biasa ternyata ramainya. 

Jadi kemungkinan setelah buka dan menjelang tutup, cenderung lebih sepi kali ya...:)
foto pinjem dari temanku Mbak Nani
Sore jam 4, ia  dan kluarga terpaksa antri begini hari Sabtu ini

4. Cek juga jadwal di Bazaarnya sendiri. 


Aku membaca, kalau tanggal 1 Mei hingga 2 Mei  (Sabtu dan Minggu) Bazaar buka 24 jam. Dari jam 9 pagi di hari Sabut, hingga jam 9 pagi di hari Minggu. Wiiih bisa abis subuh langsung ke sana di hari Minggu ya. Dan ini bisa diulang di tanggal 8 Mei nanti. 
Sementara di luar weekend, jadwal bazaar adalah jam 11 pagi hingga jam 11 malam. Aku sih nyaranin jika bawa kendaraan sendiri, ambil malam jam 8 ke atas. Tapi jika pake kendaraan umum, mending tongkrongin dari jam 10an deh, biar gak antri. hehehe

5. Bikin diri senyaman mungkin

Misalnya pakai sepatu yang nyaman atau sendal yang enak kalau berdiri lama-lama. Aku sendiri memilih sendal jepit atau sepatu datar. Jadi gak capek jalan atau berdiri lama mengecek buku-buku tersebut.
Pakai tas selempang atau punggung, agar kedua tangan nyaman mengecek buku. Aku sendiri membawa dua orang anak. Aku dan suami masing-masing handle 1 orang anak. hehehe... Sedikit berkurang sih konsentrasinya, tapi karena pilihan waktunya tepat, jadinya tetap bisa nyaman memilih buku.

6. Pastikan membawa uang yang cukup

Kalap... itu bisa terjadi. Bazaar ini disponsori oleh Bank Mandiri. Jadi Debit Mandiri aman dipakai. Juga CC Mandiri, bahkan bisa pake potong point. Untuk CC yang lain juga aman. kecuali BCA deh kalau gak salah nggak bisa digunakan di sana. 
Uang tunai malah lebih enak. Jadi kita mampu memastikan membeli buku yang memang kita perlukan. Pokoknya, aku nasihatkan, untuk hati-hati terhadap kekalapan ya.. hahaha bahasanya. Karena bahaya untuk kantong dan kehidupan ekonomi keluarga nih... Salah satu teman penulis memilih tidak datang, karena katanya, uang yang ada untuk kebutuhan pendidikan keluarga, gak berani ke sana, karena dijamin kalap. hehehe Dan itu benar adanya. Jika uang sedang difokuskan untuk hal yang lebih penting, mungkin berpikir dua kali untuk kalap. Karena, memang ujian iman untuk diskonnya luaaaaar biasa. Buku-bukunya kualitas bagus dan rata-rata best seller atau cetakan baru.

Sekedar info... Buku yang dijual 90 persen adalah buku bahasa Inggris. Hanya 10 persennya bahasa Indonesia.

7. Waspadai Lapar dan Haus

Yup! kalau ke bazaar buku, jangan sambil makan minum yaaa.. Please... jangan sampe buku di sana jadi kena serpihan makanan dan minuman. Kalau laper, ada F n B di dekat pintu keluar bazaar. Dijamin gak kehausan atau kelaparan. Malah katanya bisa titip dulu buku yang belum dibayar, jika tahu-tahu kita atau ada keluarga seperti anak-anak yang merasa kehausan atau kelaparan, dapat keluar makan dulu, dan nanti masuk lagi untuk hunting atau bayar bukunya. Masuknya GRATIS ini kog..:) Keluarnya aja yang bikin Kantong Jebol sedikit. hehehe
Atau pastikan kita dan terutama anak-anak sudah makan minum dengan pas, serta sudah pipis duluan. :)

8. Siapin Tas...

Ada teman menunjukkan foto temannya sesama penimbun buku, bela-belain bawa koper beroda. Beneran... itu teman bawa koper untuk diisi buku-buku. 
Sebagian lagi menyarankan bawa tas kain sendiri, karena meski plastiknya gak bayar, tapi khawatir jebol tasnya saat perjalanan pulang. Atau bawa tas punggung deh. Kalau dulu pengalamanku dan suami jika gak bawa mobil sendiri saat belanja, bawa tas punggung. 
Oh iya, di sana disiapin trolley atau keranjang belanja kog. Jadi lumayan membantu banget selama belanja. Sayangnya trolley itu hanya bisa digunakan sampai pintu keluar. Jadi kendaraannya kudu memhampiri ke dekat trolley itu untuk dipindahkan ke bagasi mobil. Jadi kalau naik kendaraan umum, mendingan pake koper beroda, atau tas punggung deh. Kecuali belinya hanya beberapa buku saja, (kurang dari 5 buku), masih bisa pake tas kain sendiri. 
Aku pribadi gak bawa tas sih. Karena memang bawa mobil sendiri. Jadi paling pake tas plastik dari orang bazaarnya, lalu pindahkan ke bagasi mobil. Udah deh..

9. Pastikan Kebutuhan Bacaan

Hal ini penting untuk menghindari kalap atau membeli buku yang tak dibutuhkan. Jadi mantapkan diri sebelum masuk, seperti aku yang cenderung mencari box set dan buku anak, serta Billa yang memilih art and craft, Aam yang bertema kreatifitas serta alpabet, serta Ayahnya yang memilih Sejarah dan Biografi. 
Dengan memantapkan genre atau buku yang dicari, kita terhindar dari kalap yang tak berguna. Aiiih.. maksudnya kalap yang buang-buang uang. |Usahakan jangan khilaf deh. :)
Aku pribadi berhasil mendapatkan 3 box set buku anak dan dewasa. Billa mendapatkan 3 atau 4 buku prakarya, Aam beberapa buku sementara ayahnya lebih dari 10 buku sejarah atau referensi yang kupastikan semuanya berisi foto2 ekslusif dan keren. 
Aku juga membeli kurang dari 5 buku bergambar dan kumpulan cerita. Itu juga kupastikan isi ceritanya menarik. Yang pasti, harus memutuskan sebelum masuk ruangan, jenis buku yang ditargetkan dicari. Ini untuk mencegah kebobolan kantong keuangan dalam negeri kita. :) 

Kira-kira itu aja sih share tips dariku.

Pesan utamaku adalah.. Jangan Kalap! Pastikan Beli Buku Sesuai Budget! 

Hehehe..

Soooo.. happy book hunting ya... Kalau bazaar ini sukses tahun ini, dia akan hadir lagi tahun depan, bahkan mungkin di Surabaya pun akan diadakan. Ini sih janji panitia yang kubaca di website mereka. 



Patah Hati Berbuah Domain Diri

Berdiri di samping banner buku " Dan Akupun Berjilbab" yang aku susun.
Isi buku ini berasal dari lomba "Jilbab Pertama"
yang aku gusung di Multiply tahun 2010, terbit 2011 akhir dan best seller di tahun 2012.


Aku sudah lama mengenal blog. Sekitar awal tahun 2004. Sebelumnya cukup rajin menuliskan kisah dan curhatan hati di blog milik (alm) Friendster.

Belajar ngeblog dengan lebih rutin justru di Blogspot, dan kemudian makin intens di Multipy, yang sebentar lagi akan "membunuh diri".

Aku benar-benar patah hati, ketika tahu Multiply tak akan lama bisa dinikmati. Nyaris pertengahan bulan Ramadan tahun 2012, aku menghentikan tulisanku di sana. Sibuk menyimpan file-file dan akhirnya migrasi ke Blogspot lamaku, dan menjajal areal baru di Wordpress.


Tapi aku kehilangan gairah ngeblog.
read more