Dec 22, 2014

Syarat Kirim Naskah Ke WahyuMedia





FIKSI (Twitter Literatur, Teen Fiction)
  1. Bukan naskah fantasi, kumpulan cerpen, atau kumpulan puisi
  2. Format: Diketik di kertas A4, 100—160 halaman, Times New Roman 12pt, spasi 1, margin 1 cm (top, bottom, left, dan right)
  3. Naskah harus merupakan naskah utuh, tidak setengah-setengah.
  4. Dilampirkan formulir kirim naskah (yang sudah di download dari situs www.wahyumedia.com), CV, dan sinopsis ke:
Redaksi:
Jl. Moh. Kahfi 2 No. 12
Cipedak, Jagakarsa
Jakarta Selatan
Indonesia
12630

Telp: 021-788 810 00 (Ext, 216, 215)
Fax: 021-788 820 00 (Ext. 230)
Twitter: @wahyumedia
Facebook: Penerbit Wahyumedia
Email: redaksiku@wahyumedia.com atau wahyumedia.redaksi@gmail.com

NON FIKSI (Penunjang Pelajaran SD-SMP-SMA, Informasi & Pengetahuan Populer, 
Entertainment
 & Lifestyle, Anak, dll)

  1. Format: Diketik di kertas A4, Times New Roman 12pt, spasi 1, margin 1 cm (top, bottom, left, dan right).
  2. Naskah harus merupakan naskah utuh, tidak setengah-setengah.
  3. Untuk naskah anak, disertakan ilustrasi (apabila ada).
  4. Dilampirkan formulir kirim naskah (yang sudah di download dari situs www.wahyumedia.com) dan CV seperti alamat di atas.
Catatan:
Untuk semua naskah, akan diproses 1—3 bulan. Sebab, banyaknya naskah yang masuk ke redaksi. Harap dimaklumi.

Patah Hati Berbuah Domain Diri

Berdiri di samping banner buku " Dan Akupun Berjilbab" yang aku susun.
Isi buku ini berasal dari lomba "Jilbab Pertama"
yang aku gusung di Multiply tahun 2010, terbit 2011 akhir dan best seller di tahun 2012.


Aku sudah lama mengenal blog. Sekitar awal tahun 2004. Sebelumnya cukup rajin menuliskan kisah dan curhatan hati di blog milik (alm) Friendster.

Belajar ngeblog dengan lebih rutin justru di Blogspot, dan kemudian makin intens di Multipy, yang sebentar lagi akan "membunuh diri".

Aku benar-benar patah hati, ketika tahu Multiply tak akan lama bisa dinikmati. Nyaris pertengahan bulan Ramadan tahun 2012, aku menghentikan tulisanku di sana. Sibuk menyimpan file-file dan akhirnya migrasi ke Blogspot lamaku, dan menjajal areal baru di Wordpress.


Tapi aku kehilangan gairah ngeblog.
read more