Dec 22, 2014

Kirim Naskah Ke Media Pressindo



Penerbit Media PressindoKriteria Penulisan Naskah
  1. Tema menarik dan marketable, serta memberi manfaat riil bagi pembaca.
  2. Naskah di tulis dengan sistematika yang runtut, menggunakan gaya bahasa popular, obyektif, dan enak dibaca.
  3. Bila diperlukan, naskah dilengkapi dengan foto, gambar, ilustrasi, bagan, table, dan flow chart
  4. Lebih disukai jika naskah mengandung unsur baru, gagasan kreatif dan orisinal, yang belum banyak terdapat pada buku-buku lain yang sudah terbit.
  5. Judul agar sesuai dengan topic, sebaiknya singkat padat serta unik.
  6. Panjang naskah menimal 100 halaman A4 format 1,5 spasi dengan font Times New Roman 12 pt (bila memakai MS. Word, gunakan format penyimpanan RTF/ rich text format).
  7. Sebaiknya naskah dikirim dalam bentuk soft copy dan hard copy dengan melampirkan: synopsis/ ringkasan, daftar isi, serta biodata penulis.
  8. Penerbit memberikan keputusan layak terbit atau tidak, dalam waktu 2 (dua) minggu.
Alamat Pengiriman:
PENERBIT MEDIA PRESSINDO
Jl. Cempaka Putih No. 8
Deresan CT X, Gejayan
Yogyakarta 55283
Telp (0274) 546020
atau dalam bentuk softcopy ke : mediapressgroup@yahoo.com



Kelompok Media Pressindo
adalah perusahaan penerbitan dengan 8 lini penerbitan.

Media Pressindo : untuk buku populer, umum, sejarah, bisnis ekonomi, dan sebagainya
Narasi : untuk buku kebudayaan, novel atau cerita, peristiwa sejarah dan biografi
Pustaka Widyatama : Buku penunjang pendidikan
Pustaka Yustisia : Buku perundang-undanga dan seputar hukum
Sketsa : Buku islam dan novel islam
Delphi Publisher : buku-buku esoteris dan metaphisik
Milestone : buku psikotes dan kecerdasan
Cakarawala : psikologi Populer dan kesehatan




Patah Hati Berbuah Domain Diri

Berdiri di samping banner buku " Dan Akupun Berjilbab" yang aku susun.
Isi buku ini berasal dari lomba "Jilbab Pertama"
yang aku gusung di Multiply tahun 2010, terbit 2011 akhir dan best seller di tahun 2012.


Aku sudah lama mengenal blog. Sekitar awal tahun 2004. Sebelumnya cukup rajin menuliskan kisah dan curhatan hati di blog milik (alm) Friendster.

Belajar ngeblog dengan lebih rutin justru di Blogspot, dan kemudian makin intens di Multipy, yang sebentar lagi akan "membunuh diri".

Aku benar-benar patah hati, ketika tahu Multiply tak akan lama bisa dinikmati. Nyaris pertengahan bulan Ramadan tahun 2012, aku menghentikan tulisanku di sana. Sibuk menyimpan file-file dan akhirnya migrasi ke Blogspot lamaku, dan menjajal areal baru di Wordpress.


Tapi aku kehilangan gairah ngeblog.
read more